T20 World Cup: Inggris Kian Dekat ke Semifinal Usai Gilas Skotlandia
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan 38 run atas Skotlandia di Headingley membawa Inggris ke puncak Grup A dengan tiga kemenangan beruntun.
- Penampilan gemilang Freya Kemp dan Dani Gibson di akhir inning menjadi pembeda, mencetak 61 run dari 21 bola.
- Inggris hanya butuh satu kemenangan lagi dari dua laga sisa untuk memastikan tempat di semifinal.

Tim kriket putri Inggris semakin mantap melangkah menuju semifinal T20 World Cup setelah membekuk Skotlandia dengan selisih 38 run di Headingley, Leeds, Minggu (13/10). Kemenangan ketiga beruntun ini membuat tuan rumah nyaman di puncak klasemen Grup A, hanya berselisih satu kemenangan lagi dari tiket ke babak empat besar.
Tanpa kapten utama Nat Sciver-Brunt yang cedera betis, Sophia Dunkley tampil sebagai pahlawan dengan 57 run dari 37 bola. Ia memanfaatkan tiga tangkapan yang terlepas dari tangan pemain Skotlandia. Dukungan datang dari Alice Capsey (40) dan Heather Knight (25), namun pukulan paling dahsyat justru datang dari pasangan Freya Kemp dan Dani Gibson di akhir inning.
Masuk saat skor 141-5 pada over ke-17, Kemp dan Gibson melesatkan 61 run hanya dari 21 bola—tanpa kehilangan wicket. Kemp menutup inning dengan 39 run tidak kalah (16 bola), sementara Gibson mencetak 30 run dari 11 bola. Ledakan ini mendorong total Inggris menjadi 200-5, skor tertinggi kedua mereka di turnamen ini setelah 219-1 melawan Sri Lanka pada laga pembuka.
Skotlandia, yang mengejar target 201, sempat menunjukkan perlawanan lewat Sarah Bryce (34) dan beberapa pukulan batas lapangan. Namun tekanan run rate yang terus meninggi membuat mereka kehilangan wicket secara berkala. Mereka finis di 162-7—skor tertinggi mereka saat batting kedua di T20 internasional—tetapi tetap gagal mendekati target.
Kemp dan Gibson menjadi sorotan karena mampu memecahkan masalah klasik Inggris: kesulitan mencetak batas lapangan saat lapangan dalam. Mereka memukul sembilan four dan dua six, termasuk pukulan keras Gibson yang melambung melewati kepala wasit hingga ke tribun kedua pada over ke-19 yang menghasilkan 21 run. Tanpa akselerasi ini, Skotlandia mungkin bisa memberi kejutan.
Bagi Skotlandia, tiga tangkapan yang terlepas menjadi penyesalan besar. Dunkley yang baru mencetak 4 run lolos dari tangkapan satu tangan Priyanaz Chatterji di fine leg pendek. Katherine Fraser juga gagal menangkap bola sulit di deep mid-wicket saat Dunkley 43, dan Megan McColl melepaskan tangkapan mudah saat Dunkley 45. Kesalahan-kesalahan itu membuat Inggris leluasa membangun inning.
Dunkley sendiri sebelumnya kehilangan tempat sebagai pembuka setelah rentetan performa buruk—nilai tertinggi hanya 26 dalam enam internasional—dan munculnya Capsey sebagai bintang baru. Namun, dengan Sciver-Brunt cedera, ia ditempatkan di posisi tiga dan membuktikan diri dengan pukulan agresif, termasuk six melintasi mid-wicket pada over ketiga.
Kini, Inggris hanya perlu satu kemenangan dari dua laga sisa melawan West Indies (Rabu) dan Selandia Baru (Sabtu depan) untuk mengunci posisi dua besar grup. Skotlandia, dengan satu kemenangan dan dua kekalahan, akan menghadapi Selandia Baru pada Selasa. Pertanyaan besarnya: mampukah Inggris mempertahankan konsistensi tanpa Sciver-Brunt saat menghadapi lawan yang lebih berat?



