Hadang Salah, Selandia Baru Butuh Disiplin Kolektif: Peluang Sejarah di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Selandia Baru berburu kemenangan perdana di Piala Dunia saat berhadapan dengan Mesir, dengan kunci utama membatasi pergerakan Mohamed Salah.
- Mantan pelatih Ricki Herbert menekankan keseimbangan antara menjaga ketat Salah tanpa mengorbankan area lain, mengingat kualitas sang bintang.
- Hasil imbang melawan Iran menjadi modal berharga, namun Mesir dinilai sebagai ujian lebih berat bagi lini pertahanan All Whites.

Selandia Baru harus menunjukkan ketenangan, disiplin, dan pendekatan kolektif untuk meredam pengaruh Mohamed Salah jika ingin meraih kemenangan bersejarah di Piala Dunia saat menghadapi Mesir, Minggu (23/6) di Vancouver. Pernyataan itu disampaikan mantan pelatih All Whites, Ricki Herbert, yang memimpin tim di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Setelah menahan imbang Iran 2-2 pada laga perdana, Selandia Baru mengincar tiga poin perdana sepanjang partisipasi mereka di ajang empat tahunan. Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan membatasi ruang gerak kapten Mesir yang disebut Herbert sebagai pemain kelas dunia. โIa harus dihormati dengan cara yang tepat,โ ujarnya dalam wawancara dari Vancouver.
Herbert mengingatkan bahwa jika Salah mendapat situasi satu lawan satu, ia akan sangat merepotkan. Namun, ia juga memperingatkan agar tidak terlalu banyak pemain yang mengerumuni Salah karena dapat meninggalkan celah di area lain. โIni soal memastikan kita rapi, menghilangkan kemampuannya untuk berputar dan mengirim umpan mematikan,โ tambahnya.
Duet Salah dengan Omar Marmoush di lini depan Mesir menjadi ancaman serius bagi pertahanan Selandia Baru. Herbert menilai Mesir secara keseluruhan lebih tangguh dibanding Iran, namun ia yakin Mesir juga akan mewaspadai Selandia Baru setelah hasil imbang melawan Iran. โLaga melawan Iran menjadi batu loncatan yang baik,โ kata Herbert.
Ia menambahkan bahwa Selandia Baru sebenarnya bisa meraih tiga poin dari Iran andai tidak melakukan kesalahan dalam mengawal gol lawan. Pengalaman tak terkalahkan di fase grup pada 2010 menjadi modal psikologis berharga. Saat itu, All Whites pulang tanpa kekalahan setelah menahan imbang Italia, Slovakia, dan Paraguay.
Herbert, yang akan hadir sebagai penonton di tribun, berpesan agar para pemain menikmati momen tanpa tekanan berlebih. โApakah ini laga sulit? Ya. Apakah mereka punya pemain kelas dunia? Ya. Tapi ini Piala Dunia, ajang terbesar. Jika kami bisa mengelola emosi dengan positif, kami punya peluang,โ tutupnya.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena memperlihatkan bagaimana tim non-unggulan seperti Selandia Baru menyiasati keunggulan individu lawan. Pelajaran tentang disiplin taktis dan manajemen tekanan bisa menjadi referensi bagi timnas Garuda jika suatu saat berlaga di panggung serupa.



