Shin Tae-yong Bawa Budaya Disiplin ke Persija: Target Juara di Musim Perdana
Baca dalam 60 detik
- Shin Tae-yong resmi menangani Persija Jakarta dengan kontrak tiga tahun, membawa prinsip disiplin dan kejujuran yang diterapkannya sejak menukangi Timnas Indonesia.
- Manajemen Persija menargetkan gelar juara Liga Super Indonesia musim 2026/2027, bertepatan dengan perayaan 500 tahun Jakarta pada Juni 2027.
- Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan sikap tegas di lapangan diperlukan demi mencapai target bersama, meskipun di luar latihan ia mengaku ramah dan suka bercanda.

Shin Tae-yong resmi memulai babak baru karier kepelatihannya di Indonesia dengan menukangi Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan yang membawa Timnas Indonesia ke level lebih tinggi selama lima tahun terakhir itu langsung memasang target ambisius: membawa Macan Kemayoran juara Liga Super Indonesia pada musim debutnya, 2026/2027.
Target itu bukan tanpa alasan. Musim depan bertepatan dengan perayaan 500 tahun Jakarta pada 22 Juni 2027. Manajemen Persija ingin gelar kasta teratas menjadi kado spesial bagi ibu kota negara. Shin Tae-yong pun sadar beban besar menanti, namun ia yakin dengan pendekatan yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Dalam pernyataan yang disiarkan kanal YouTube resmi Persija, Shin Tae-yong menegaskan bahwa kedisiplinan dan ketegasan akan menjadi fondasi utama tim. "Di dalam latihan, tentu saya harus bersikap tegas dan disiplin agar tim ini bisa berjalan dengan baik. Karena ada target yang ingin kami capai bersama," ujarnya.
Meski dikenal sebagai sosok tegas di pinggir lapangan, Shin Tae-yong mengaku memiliki sisi ramah dan humoris di luar sesi latihan. "Sebenarnya saya sangat ramah dan juga suka bercanda. Mungkin orang-orang Indonesia banyak yang melihat saya sebagai sosok tegas. Namun, saya adalah orang yang sangat ramah," katanya.
Prinsip lain yang selalu ia pegang adalah kejujuran. Menurut Shin Tae-yong, kejujuran menjadi nilai dasar dalam kehidupan dan pekerjaan. "Apa pun situasinya, jangan pernah punya niat untuk membohongi orang lain. Jika kita bisa jujur, maka lakukanlah apalagi kita hidup tidak selamanya," tuturnya. Ia menambahkan bahwa kebohongan hanya akan menimbulkan kebohongan baru yang tak berujung.
Kedatangan Shin Tae-yong ke Persija Jakarta menjadi salah satu peristiwa besar dalam sepak bola Indonesia tahun ini. Publik menanti apakah pendekatan disiplin dan tegas yang ia terapkan di Timnas Indonesiaโyang membawa Garuda ke semifinal Piala Asia 2023 dan Piala AFF 2024โakan menuai hasil serupa di level klub. Tantangan utamanya adalah membangun chemistry dengan pemain baru dan memenuhi ekspektasi tinggi suporter Persija.
Dengan target juara yang sudah di depan mata, Shin Tae-yong harus bekerja cepat. Pertanyaannya, akankah budaya disiplin ala Korea Selatan mampu mengubah Persija menjadi tim yang konsisten dan tangguh di Liga Super Indonesia? Jawabannya akan mulai terlihat pada musim 2026/2027.



