McCullum Pastikan Bisa Bekerja Sama dengan Stokes Usai Insiden Klub Malam
Baca dalam 60 detik
- Pelatih kepala Inggris Brendon McCullum mengonfirmasi Ben Stokes akan kembali sebagai kapten pada Tes ketiga melawan Selandia Baru setelah investigasi insiden klub malam.
- Hubungan McCullum dan Stokes disebut tetap solid meskipun ada gangguan di luar lapangan, termasuk pelanggaran jam malam dan kekalahan besar di Tes kedua.
- Inggris harus bangkit dari kekalahan 253 run untuk memenangkan seri penentuan di Trent Bridge, dengan skuad penuh yang diharapkan tersedia.

Pelatih kepala tim kriket Inggris, Brendon McCullum, menegaskan bahwa ia dapat kembali bekerja sama dengan Ben Stokes ketika sang kapten turun pada laga Tes ketiga melawan Selandia Baru di Trent Bridge, Nottingham, pekan ini. Kepastian itu muncul di tengah investigasi atas insiden yang melibatkan Stokes dan pelempar cepat Gus Atkinson di sebuah klub malam London, yang membuat keduanya ditarik dari pertandingan sebelumnya.
McCullum, yang bersama Stokes memimpin tim Tes Inggris sejak 2022, mengatakan bahwa komunikasi antara dirinya dan sang kapten tetap terjaga setiap hari. "Kami semua memiliki ambisi yang sama, yaitu menjadikan kriket Inggris tim yang sangat baik dan meraih hasil di lapangan. Itu tidak berubah," ujar McCullum kepada BBC Test Match Special. Ia juga mengungkapkan bahwa direktur kriket Inggris, Rob Key, telah mengunjungi Stokes pekan ini sebagai bagian dari proses investigasi.
Insiden klub malam terjadi pada Senin, 8 Juni, setelah kemenangan Inggris pada Tes pertama melawan Selandia Baru di Lord's. Saat itu, Stokes dilaporkan melanggar jam malam tim saat merayakan kemenangan. Kekalahan telak 253 run pada Tes kedua di The Oval, yang membuat seri imbang 1-1, semakin memperumit situasi. McCullum sebelumnya menyebut insiden tersebut sebagai "gangguan yang tidak diinginkan" dan mengaku khawatir dengan kondisi Stokes.
McCullum mengonfirmasi bahwa Stokes dan Atkinson diperkirakan akan tersedia untuk seleksi di Nottingham. "Kami mengantisipasi mereka akan tersedia untuk dipilih. Ini adalah perputaran cepat menuju pertandingan berikutnya, dan kami memiliki keputusan serta diskusi yang harus dilakukan," katanya. Ia juga menambahkan bahwa Stokes akan kembali memegang ban kapten, posisi yang dipegangnya sejak 2022. "Ya, saya kira begitu. Itulah yang kami lihat saat ini," ujar McCullum.
Kekalahan di The Oval memperlihatkan kelemahan tim Inggris yang diperkuat pemain muda tanpa Stokes dan Atkinson. McCullum mengakui bahwa episode ini menjadi ujian bagi tim. "Semua orang mengakui bahwa apa yang terjadi tidak ideal. Kami sedang menjalani proses itu, dan ketika tiba di Trent Bridge, kami akan bisa memilih dari skuad penuh," jelasnya. Ia menambahkan bahwa tim harus fokus pada taktik dan eksekusi yang lebih baik setelah performa buruk di Tes kedua.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, dinamika internal tim Inggris ini menarik karena menunjukkan bagaimana tekanan di luar lapangan dapat memengaruhi performa. Inggris, yang pernah menjadi juara dunia ODI, kini berjuang untuk mempertahankan konsistensi di format Tes. Keputusan McCullum untuk tetap mempertahankan Stokes sebagai kapten menunjukkan kepercayaan pada kepemimpinan sang pemain, meskipun ada kontroversi. Pertanyaannya, mampukah Inggris bangkit dan memenangkan seri penentuan melawan Selandia Baru yang tampil tangguh?