Cedera Beruntun Raphinha: Brasil Tetap Percaya, Tapi Risiko Panggil Pengganti Mengintai
Baca dalam 60 detik
- Raphinha mengalami cedera hamstring keempat dalam setahun saat Brasil menang 3-0 atas Haiti, memicu kekhawatiran kedalaman skuad.
- CBF belum memberikan timeline pemulihan, namun sumber optimistis pemain bisa kembali di fase gugur Piala Dunia.
- Brasil memuncaki Grup C dengan empat poin, dan keputusan mempertahankan Raphinha bisa berdampak pada rotasi pemain di laga krusial melawan Skotlandia.

Brasil harus membayar mahal kemenangan 3-0 atas Haiti dalam laga kedua Grup C Piala Dunia. Penyerang sayap Barcelona, Raphinha, kembali mengalami cedera hamstring dan harus ditarik keluar pada babak pertama. Ini adalah kali keempat dalam setahun terakhir pemain berusia 29 tahun itu mengalami masalah serupa, memunculkan tanda tanya besar tentang kebugarannya menjelang fase gugur.
Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi melalui pernyataan resmi bahwa Raphinha mengalami cedera otot di bagian belakang paha kanan. Meski demikian, pihak timnas belum memberikan jadwal pasti pemulihan. Seorang sumber yang dekat dengan tim menyatakan optimisme bahwa cedera ini tidak separah yang dikhawatirkan, dan Raphinha masih berpeluang kembali bermain di turnamen ini.
โPemain akan menjalani protokol perawatan intensif di bawah pengawasan staf medis timnas, dengan tujuan mempercepat pemulihan dan mengembalikannya ke lapangan secepat mungkin,โ demikian bunyi pernyataan CBF. Namun, catatan cedera Raphinha yang rentan menjadi perhatian serius. Musim lalu saja ia absen dalam 23 pertandingan Barcelona akibat masalah hamstring berulang.
Gelandang Brasil Lucas Paqueta mengungkapkan kekhawatiran rekan setimnya. โDia sedikit sedih; kami berharap ini tidak terlalu serius, skenario terburuk yang paling ringan, karena dia pemain yang sangat penting dan kami sangat mengandalkannya,โ ujar Paqueta kepada wartawan. Raphinha digantikan oleh pemain sayap Rayan pada menit ke-35.
Brasil akan menutup fase grup melawan Skotlandia di Miami pada Rabu mendatang. Saat ini mereka memimpin klasemen dengan empat poin, unggul selisih gol dari Maroko, sementara Skotlandia berada di posisi ketiga dengan tiga poin, dan Haiti sudah tersingkir setelah dua kekalahan. Situasi ini membuat laga melawan Skotlandia menjadi krusial untuk mengamankan posisi puncak grup.
Keputusan Brasil untuk tetap mempertahankan Raphinha di skuad menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap kemampuannya, namun juga mengandung risiko. Jika cedera ternyata lebih serius dari perkiraan, Brasil bisa kehilangan satu opsi serangan tajam di babak gugur. Pelatih Tite mungkin harus mulai mempertimbangkan pemain pengganti jika Raphinha tidak pulih tepat waktu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nasib Raphinha menjadi pengingat betapa rentannya pemain bintang terhadap cedera berulang. Di tengah jadwal padat dan tekanan turnamen, manajemen kebugaran pemain menjadi faktor penentu. Akankah Brasil mempertahankan Raphinha atau memanggil pemain lain? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.



