Nenek Jukir di Brebes Gagalkan Pencurian Rp3,6 M, Diganjar Umrah oleh Pemilik Mobil
Baca dalam 60 detik
- Seorang juru parkir lansia di Brebes berteriak saat melihat pencuri memecahkan kaca mobil, menggagalkan pencurian uang Rp3,6 miliar.
- Pemilik uang, Kliwon Alwawan, memberikan hadiah umrah sebagai bentuk terima kasih, bukan karena viralnya imbalan awal Rp100 ribu.
- Aksi heroik Kusriyati menjadi viral dan menunjukkan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Seorang perempuan lanjut usia yang bekerja sebagai juru parkir di Brebes, Jawa Tengah, mendapat hadiah umrah setelah aksinya menggagalkan pencurian uang tunai senilai Rp3,6 miliar dari dalam sebuah mobil. Pemilik uang, Kliwon Alwawan, datang langsung ke rumah Kusriyati pada Kamis (18/6) untuk menyampaikan hadiah tersebut sebagai ungkapan terima kasih yang tulus.
Peristiwa bermula pada Senin (15/6) ketika Kliwon memarkirkan mobilnya di area parkir yang dijaga Kusriyati. Tanpa sepengetahuan, seorang pelaku memecahkan kaca mobil dan berusaha mengambil uang yang tersimpan di dalamnya. Kusriyati, yang melihat kejadian itu, segera berteriak meminta tolong. Teriakan itu membuat pelaku panik dan akhirnya melarikan diri tanpa sempat membawa kabur uang sebesar Rp3,6 miliar tersebut.
Aksi berani ibu lima anak ini sontak viral di media sosial. Banyak warganet yang memuji keberanian dan kejujuran Kusriyati. Setelah kejadian, Kliwon sempat memberikan uang terima kasih sebesar Rp100 ribu kepada Kusriyati. Namun, jumlah tersebut menuai sorotan karena dianggap tidak sebanding dengan nilai uang yang diselamatkan. Kusriyati kemudian membagikan uang itu kepada tiga rekannya, masing-masing Rp25 ribu.
Menanggapi kritik tersebut, Kliwon menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya dalam kondisi panik dan gemetar. "Saat itu saya panik dan gemetar. Saya baru saja mengalami kejadian yang luar biasa. Jadi bukan berarti saya hanya ingin memberi Rp100 ribu," ujarnya. Ia menegaskan bahwa hadiah umrah bukanlah respons atas viralnya pemberian awal, melainkan niat ikhlas setelah mengetahui keinginan Kusriyati untuk melihat Ka'bah.
Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Di tengah maraknya aksi kriminalitas, keberanian individu seperti Kusriyati patut diapresiasi. Kejujuran dan keteguhan hati seorang nenek juru parkir ini tidak hanya menyelamatkan harta benda, tetapi juga menginspirasi banyak orang. Ke depannya, diharapkan lebih banyak pihak yang peduli dan berani bertindak saat melihat tindak kejahatan, tanpa harus menunggu imbalan besar.



