Kesaksian Penjaga Kos: Korban Penyekapan di Cileunyi Tak Pernah Keluar Kamar Selama Tiga Bulan
Baca dalam 60 detik
- Seorang perempuan berusia 29 tahun disekap dan dianiaya oleh pacarnya di sebuah kos di Cileunyi, Bandung, selama tiga bulan tanpa pernah keluar kamar.
- Penjaga kos mengaku curiga setelah diminta mengaku sebagai saudara korban saat diantar ke rumah sakit, dan pelaku mengancamnya dengan senjata tajam.
- Polisi telah menggeledah lokasi dan menyita sejumlah barang bukti, namun motif dan detail penganiayaan masih dalam penyelidikan.

Seorang perempuan berinisial YTR (29) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh pacarnya sendiri, Taufik Hidayat (TH), di sebuah kos di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Peristiwa ini terkuak setelah korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi lemah, dan penjaga kos mulai mencium kejanggalan.
Menurut penjaga kos, Resa Rohendi, Taufik dan YTR menempati unit lantai bawah sejak awal Maret 2025. Saat pertama kali datang, Resa melihat Taufik memapah korban masuk ke kamar. Selama tiga bulan berikutnya, YTR tidak pernah terlihat keluar kamar sama sekali. Hanya Taufik yang keluar-masuk untuk beraktivitas, dan ia selalu mengunci pintu kamar meski hanya pergi sebentar.
Kecurigaan Resa semakin besar ketika Taufik memintanya mengantar korban ke rumah sakit pada Selasa (23/6). Dalam perjalanan menggunakan taksi online, Resa diminta berpura-pura menjadi saudara korban. Korban sendiri, yang mengenakan kerudung dan masker, hanya bisa mengangguk saat diajak bicara. "Dari awal saya sudah minta surat nikah, tapi tidak dikasih. Saat saya minta lagi, pelaku malah mengajak berantem," ujar Resa.
Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Resa menolak kembali diminta berbohong. Ia memilih jujur kepada petugas medis, yang kemudian meminta keluarga korban dihubungi. Taufik yang mengetahui hal itu langsung pergi meninggalkan rumah sakit. Tak lama kemudian, keluarga korban datang dan melihat kondisi YTR yang memprihatinkan.
Ancaman tidak berhenti di situ. Resa mengaku bahwa setelah kejadian, Taufik bersama sejumlah orang mendatangi rumahnya sambil membawa golok dan berteriak mengancam akan membunuhnya. "Dia teriak, 'Mana si Resa? Saya matikan kamu'," kata Resa. Istri Resa, Mulyati, yang melihat dari dalam rumah, mengaku ketakutan. Mulyati juga menambahkan bahwa selama ini ia sering mendengar suara benturan dari dalam kamar kos, meski tidak pernah ada jeritan. "Pelaku temperamental, tiba-tiba saja mengajak berantem," jelas Mulyati.
Tim Inafis Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa siang selama sekitar dua setengah jam. Petugas menyita sejumlah barang bukti, antara lain helm, pakaian, dan tas, yang dimasukkan ke dalam koper dan plastik putih. Ketua RT setempat, Ahmad Solihin, membantu mengamankan lokasi agar warga tidak mendekat. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan keterangan detail mengenai temuan di TKP maupun motif pelaku.
Kasus ini menyoroti celah keamanan di lingkungan kos yang kerap luput dari pengawasan. Penjaga kos mengaku sudah mencurigai sejak awal, namun tidak bisa berbuat banyak karena pelaku bersikap agresif. Pertanyaan besar kini mengemuka: bagaimana sistem pengawasan di kos-kosan bisa lebih ditingkatkan untuk mencegah kasus serupa? Dan apakah penegak hukum akan mampu mengungkap jaringan kekerasan yang mungkin lebih luas?



