Tabrakan Kereta di Utara London Tewaskan Masinis, Puluhan Luka Berat
Baca dalam 60 detik
- Dua kereta jurusan London St. Pancras bertabrakan di dekat Bedford, menewaskan masinis dan melukai 89 orang dengan 11 di antaranya kritis.
- Insiden terjadi Jumat sore tanpa peringatan; penumpang menggambarkan momen terlempar ke kursi depan dan kepanikan massal.
- Layanan kereta ke St. Pancras dihentikan hingga Sabtu, memicu kekhawatiran akan keselamatan perkeretaapian Inggris dan potensi dampak bagi wisatawan Indonesia.

Seorang masinis tewas dan puluhan penumpang luka-luka setelah dua kereta jurusan London St. Pancras bertabrakan di luar kota Bedford, Jumat (20/6) sore. Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.15 waktu setempat ini langsung dinyatakan sebagai bencana besar oleh otoritas setempat, memicu respons darurat besar-besaran dari tim penyelamat.
East Midlands Railway mengonfirmasi bahwa kereta yang bertabrakan adalah jadwal 15.50 dari Nottingham dan 16.40 dari Corby, keduanya menuju St. Pancras. Data dari situs pelacak kereta menunjukkan tabrakan terjadi di jalur selatan, tak jauh dari stasiun Bedford. Tim medis dari East of England Ambulance Service diterjunkan, termasuk helikopter ambulans dan unit penanganan bahan berbahaya.
Polisi setempat menyatakan satu orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami cedera. “Kami tahu banyak orang terluka dan satu orang meninggal dengan sangat menyedihkan,” demikian pernyataan resmi kepolisian. “Bencana besar telah dideklarasikan, dan petugas terus merespons di lokasi bersama rekan-rekan dari Bedfordshire Police serta dinas pemadam kebakaran dan ambulans.”
Eddie Dempsey, sekretaris jenderal National Union of Rail, Maritime and Transport Workers (RMT), mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah seorang masinis. Sementara itu, East of England Ambulance Service merinci 11 orang mengalami luka sangat serius, 22 luka serius, dan 56 luka ringan. Total korban mencapai 89 orang, menjadikannya salah satu kecelakaan kereta terparah di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Peter Knapp, seorang penumpang yang berada di kereta belakang, menceritakan detik-detik mengerikan saat tabrakan terjadi tanpa peringatan. “Saya terlempar ke kursi depan, lalu melihat asap,” ujarnya. “Orang-orang menangis, berteriak. Mereka sangat ketakutan dan bingung.” Knapp, yang bertubuh kurus, berhasil menyelamatkan diri dengan merayap melalui celah pintu yang rusak. Ia melihat banyak penumpang dengan kaki patah dan tak bisa bicara karena syok.
Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan orang—sebagian berperban, sebagian tampak tidak cedera—berdiri dan duduk di antara kendaraan darurat di jalan yang sejajar dengan rel. Suasana kacau namun terkendali, dengan petugas medis sibuk mengevakuasi korban.
Serikat pekerja RMT menyatakan keprihatinan atas laporan cedera serius yang dialami awak kereta dan penumpang. Mereka meminta investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab tabrakan. East Midlands Railway mengumumkan pembatalan semua perjalanan ke dan dari St. Pancras hingga Jumat malam, dan belum bisa memastikan jadwal Sabtu.
Bagi wisatawan Indonesia yang berencana bepergian ke London via St. Pancras, insiden ini patut diwaspadai. Stasiun tersebut merupakan hub utama untuk rute dari Midlands dan utara Inggris, termasuk bandara Luton dan East Midlands. Gangguan layanan diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan, sehingga penumpang disarankan memeriksa jadwal terkini atau mencari alternatif transportasi.
Kecelakaan ini kembali menyoroti keselamatan perkeretaapian Inggris yang sempat menuai kritik setelah serangkaian insiden dalam beberapa tahun terakhir. Dengan penyelidikan masih berlangsung, pertanyaan mendasar pun mengemuka: apakah sistem peringatan otomatis dan prosedur operasional sudah cukup ketat untuk mencegah tabrakan serupa di masa depan?



