Burnley Incar Craig Bellamy: FAW Siapkan Steve Cooper Sebagai Pengganti
Baca dalam 60 detik
- FAW telah menyusun daftar calon pengganti jika Craig Bellamy hengkang ke Burnley, dengan Steve Cooper sebagai kandidat utama tanpa biaya kompensasi.
- Burnley meningkatkan upaya merekrut Bellamy setelah Scott Parker pergi, namun FAW mematok kompensasi minimal ยฃ1 juta.
- Bellamy mengaku ingin bertahan di Wales hingga Euro 2028, tetapi gaji lebih besar di klub membuatnya goyah.

Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) mulai bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan hengkangnya Craig Bellamy ke Burnley. Dalam skenario terburuk, mantan pelatih Nottingham Forest, Steve Cooper, menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan posisi Bellamy jika kesepakatan dengan klub Championship tersebut tercapai.
Burnley, yang baru saja ditinggalkan Scott Parker setelah terdegradasi dari Premier League musim lalu, kembali membidik Bellamy. Pelatih berusia 46 tahun itu sebelumnya pernah menjadi asisten Vincent Kompany di Turf Moor sebelum mengambil alih kursi pelatih Wales pada 2024. FAW, yang menginginkan kompensasi minimal ยฃ1 juta, belum mencapai kata sepakat dengan Burnley.
Menurut sumber internal FAW, mereka telah mengadakan pembicaraan informal dengan Cooper sebelum kabar ketertarikan Burnley mencuat. Cooper, yang juga pernah menangani Swansea City, saat ini menganggur setelah meninggalkan Brondby awal tahun ini, sehingga tidak memerlukan biaya kompensasi. Nama lain yang masuk radar adalah mantan pelatih Wolves, Rob Edwards, serta Eric Ramsay, mantan asisten pelatih Wales dan Manchester United yang sempat menangani West Bromwich Albion.
Bellamy sendiri beberapa kali menegaskan komitmennya untuk memimpin Wales di Euro 2028 yang akan digelar bersama Inggris, Skotlandia, dan Republik Irlandia. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan kembali ke klub demi pendapatan lebih besar. Sejak meninggalkan peran asisten di Burnley, Bellamy disebut mengalami pemotongan gaji signifikan. Senior FAW sebelumnya mengaku "sangat percaya diri" Bellamy akan bertahan, tetapi mereka kini sadar bahwa tawaran yang sesuai bisa mengubah segalanya.
Performa Wales di bawah Bellamy terbilang naik turun. Ia memulai karier dengan tak terkalahkan dalam sembilan laga pertama, membawa Wales promosi ke kasta tertinggi Nations League. Namun, kegagalan di play-off Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina dan hanya tiga kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah. Di sisi lain, Burnley yang kini berkompetisi di Championship membutuhkan sosok berpengalaman untuk kembali ke Premier League.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena memperlihatkan bagaimana klub-klub Eropa, termasuk yang baru terdegradasi, tetap agresif merekrut pelatih berkaliber internasional. Fenomena ini juga mengingatkan pada perburuan pelatih di Liga Indonesia yang kerap melibatkan negosiasi kompensasi dan godaan finansial. Jika Bellamy benar-benar hengkang, FAW harus segera memastikan transisi kepelatihan tidak mengganggu persiapan menuju Euro 2028.
Pertanyaan besarnya: mampukah FAW menahan Bellamy dengan proyek jangka panjang, atau godaan uang dan ambisi klub akan membuatnya kembali ke Burnley? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah sepak bola Wales untuk tahun-tahun mendatang.



