Prabowo-Gibran Kurban di Istiqlal: Simbol Kekuasaan
Baca dalam 60 detik
- Pemotongan hewan kurban berlangsung di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, disaksikan ribuan jamaah.
- Langkah ini lazim dilakukan tokoh publik untuk membangun resonansi emosional dengan konstituen Muslim.
- Nasaruddin Umar, yang memimpin langsung prosesi, memberikan legitimasi spiritual pada acara tersebut.

Pemotongan hewan kurban berlangsung di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, disaksikan ribuan jamaah. Sapi kurban yang disembelih merupakan sumbangan pribadi Prabowo dan Gibran, menunjukkan komitmen mereka terhadap tradisi keagamaan. Langkah ini lazim dilakukan tokoh publik untuk membangun resonansi emosional dengan konstituen Muslim.
Nasaruddin Umar, yang memimpin langsung prosesi, memberikan legitimasi spiritual pada acara tersebut. Keterlibatan Imam Besar menambah bobot simbolik, mengingat Masjid Istiqlal sebagai masjid nasional. Momen ini menjadi alat soft power yang efektif untuk memperluas basis dukungan.
Analis politik menilai aksi ini bagian dari strategi branding menjelang Pilpres 2024. Dengan menggandeng tokoh agama, Prabowo mengirim sinyal kedekatan dengan umat Islam. Efeknya bisa menggeser preferensi pemilih di segmen religius.
Power Move: Pemotongan kurban di Istiqlal bukan sekadar ritual, melainkan panggung politik. Prabowo memanfaatkan momen Idul Adha untuk memperkuat citra nasionalis-religius. Langkah ini bisa menjadi preseden bagi kandidat lain untuk bermain di ranah simbolik serupa.
This article was edited with AI assistance for readability. Read original here.



