Michael Olise Jadi Motor Serangan Prancis di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Bayern Munich, Michael Olise, tampil gemilang saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1 di laga perdana Grup I Piala Dunia 2026, meski tidak mencetak gol.
- Olise menyumbang satu assist, menciptakan dua peluang emas, dan menjadi pemain dengan jarak tempuh lari terjauh (12,63 km) serta sprint terbanyak (79) di pertandingan tersebut.
- Penampilan impresif ini menegaskan peran krusial Olise sebagai kreator serangan Prancis, sekaligus menunjukkan potensi besarnya di turnamen akbar ini.

Michael Olise, gelandang serang Bayern Munich, menjadi sorotan dalam laga perdana Prancis di Piala Dunia 2026 meski tidak mencatatkan namanya di papan skor. Penampilannya yang luar biasa saat melawan Senegal di Grup I pada Rabu (10/6) lalu diganjar penghargaan Man of the Match, membuktikan bahwa kontribusinya jauh melampaui sekadar gol.
Prancis memang menang 3-1 berkat dwigol Kylian Mbappé yang sekaligus mengantarnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus dengan 58 gol. Namun, di balik gemilang Mbappé, ada peran sentral Olise yang menjadi motor serangan. Pada babak pertama yang berjalan alot dan berakhir tanpa gol, Olise menjadi satu-satunya pemain Prancis yang mampu menembus pertahanan rapat Senegal. Ia aktif bergerak dari sayap kanan hingga ke sisi kiri lapangan, mencari celah untuk menciptakan peluang.
Keputusan pelatih Didier Deschamps memindahkan Olise ke posisi lebih sentral pada babak kedua menjadi titik balik. Hanya berselang beberapa menit setelah turun minum, Olise melepaskan umpan terobosan akurat yang membebaskan Mbappé di belakang pertahanan Senegal. Mbappé pun menyelesaikannya dengan dingin ke sudut kiri gawang untuk membuka keunggulan. Mantan striker Prancis Olivier Giroud, yang rekor golnya baru saja dilampaui Mbappé, memuji perubahan taktik tersebut. "Dengan menempatkan Olise lebih ke tengah dan dekat dengan Mbappé, kami bisa melihat chemistry yang mereka miliki," ujar Giroud kepada BBC.
Catatan statistik Olise di laga ini tidak mengejutkan bagi penggemar Bayern Munich. Sepanjang musim lalu, ia mencetak 22 gol dan 29 assist dalam 52 penampilan di semua kompetisi, membawa Bayern meraih gelar ganda domestik sekaligus dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bundesliga. Performa konsisten ini membuat Deschamps percaya penuh pada pemain berusia 24 tahun tersebut. Seusai laga uji coba terakhir Prancis melawan Irlandia Utara, di mana Olise mencetak trigol, Deschamps memujinya: "Olise bersinar sepanjang musim bersama Bayern dan juga bersama kami. Ia penuh percaya diri. Ia sangat menentukan."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, penampilan Olise menjadi contoh bagaimana seorang pemain kreatif dapat menjadi pembeda di turnamen sebesar Piala Dunia. Dengan gaya bermain yang lincah dan visi permainan tajam, Olise mengingatkan pada peran gelandang serang modern yang tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi otak serangan. Kehadirannya di lini tengah Prancis menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya di Grup I, termasuk Australia dan Denmark yang akan dihadapi selanjutnya.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Olise mampu mempertahankan performa ini sepanjang turnamen? Jika konsisten, bukan tidak mungkin ia menjadi kunci sukses Prancis mempertahankan gelar juara dunia, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Laga selanjutnya melawan Australia pada 15 Juni akan menjadi ujian berikutnya bagi Olise dan skuad Les Bleus.



