Pemain Bundesliga Jadi Andalan di Grup J Piala Dunia 2026: Austria, Argentina, dan Algeria
Baca dalam 60 detik
- Grup J Piala Dunia 2026 dihuni oleh Austria, Argentina, Algeria, dan Yordania, dengan banyak pemain kunci berasal dari Bundesliga.
- Austria mengandalkan gelandang serba bisa seperti Konrad Laimer dan Marcel Sabitzer, sementara Algeria memiliki mesin gol Mohamed Amoura.
- Eks pemain Bayer Leverkusen, Exequiel Palacios, menjadi tulang punggung Argentina yang ingin mempertahankan gelar juara dunia.

Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi sejumlah pemain Bundesliga yang memperkuat tim nasionalnya di Grup J. Grup ini mempertemukan Austria, juara bertahan Argentina, Algeria, dan Yordania. Setidaknya 20 pemain yang berlaga di kasta tertinggi dan kedua Liga Jerman dipastikan ambil bagian, menjadikan Grup J sebagai salah satu grup dengan pengaruh Bundesliga terkuat.
Austria menjadi tim dengan kontribusi pemain Bundesliga terbanyak. Dari skuad inti, nama-nama seperti Konrad Laimer (Bayern Munich) dan Marcel Sabitzer (Borussia Dortmund) menjadi motor permainan. Laimer, yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Austria 2025, mencatatkan sembilan assist di Bundesliga musim lalu. Fleksibilitasnya bermain di tujuh posisi berbeda membuatnya aset berharga bagi pelatih Ralf Rangnick. Sementara Sabitzer, yang hanya butuh dua laga lagi untuk mencapai 100 caps, telah mengoleksi 26 gol untuk negaranya dan berpengalaman memenangi trofi di tiga negara.
Di kubu Argentina, Exequiel Palacios dari Bayer Leverkusen menjadi salah satu pemain kunci. Gelandang bertahan ini telah memenangi setiap turnamen besar yang diikutinya, termasuk Copa America 2021 dan 2024, serta Piala Dunia 2022. Palacios sudah tampil dalam 185 pertandingan untuk Leverkusen dan menjadi bagian dari skuad yang merebut gelar Bundesliga perdana klub pada 2023/24. Pengalamannya di lini tengah akan sangat vital bagi Argentina yang ingin mempertahankan mahkota juara dunia.
Algeria tidak kalah menarik dengan kehadiran Mohamed Amoura (Wolfsburg) yang menjadi top skor kualifikasi Afrika dengan 10 gol. Ia juga satu dari hanya tiga pemain Bundesliga yang mencatatkan dua digit gol dan assist pada musim 2024/25. Bek kiri Ramy Bensebaini (Borussia Dortmund) juga patut diwaspadai, terutama jika adu penalti terjadiโia tidak pernah gagal dalam 14 eksekusi penalti sepanjang kariernya. Sementara itu, gelandang muda Ibrahim Maza (Bayer Leverkusen) yang lahir di Berlin memilih membela Algeria dan sudah mencetak gol bersejarah di Piala Afrika 2025.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Grup J menawarkan tontonan menarik karena banyak pemain bintang yang sering terlihat di layar kaca saat Bundesliga tayang. Kehadiran pemain seperti Carney Chukwuemeka (Borussia Dortmund) yang sempat membela Inggris di level junior, atau Farรจs Chaรฏbi (Eintracht Frankfurt) yang lahir di Prancis, menunjukkan bagaimana diaspora Eropa memperkuat tim Afrika. Ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain keturunan Indonesia di Eropa untuk mengikuti jejak serupa.
Dengan komposisi pemain yang sarat pengalaman dan talenta muda, Grup J diprediksi akan menjadi salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia 2026. Akankah Argentina mampu mempertahankan gelar? Atau justru Austria atau Algeria yang akan mengejutkan? Jawabannya baru akan terjawab saat turnamen digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas 2026.



