Harry Kane: Mesin Gol Bayern yang Siap Bawa Inggris ke Puncak Dunia
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane menutup musim 2025/26 sebagai top skor Bundesliga ketiga kalinya beruntun dengan 36 gol, plus torehan 14 gol di Liga Champions dan 10 gol di DFB Cup.
- Kapten Timnas Inggris itu memiliki rekor 79 gol internasional dan dianggap sebagai pemain paling konsisten di Piala Dunia 2026 oleh pengamat.
- Pelatih Thomas Tuchel dan Vincent Kompany memuji kecerdasan taktis serta kepemimpinan Kane, yang disebut seperti 'anggur tua yang semakin matang'.

Di antara deretan bintang yang akan berlaga di Piala Dunia 2026, hanya sedikit yang bisa menandingi konsistensi Harry Kane—mesin gol Bayern Munich yang juga kapten Timnas Inggris. Dengan catatan 36 gol di Bundesliga musim lalu, striker 32 tahun itu membuktikan bahwa usianya justru membuat permainannya semakin matang.
Musim 2025/26 menjadi panggung lain bagi Kane untuk menunjukkan kelasnya. Selain mempertahankan gelar top skor Bundesliga untuk ketiga kalinya secara beruntun, ia juga menyumbang 14 gol dalam 13 pertandingan Liga Champions, membawa Bayern Munich ke semifinal. Di DFB Cup, ia mencetak 10 gol termasuk trigol penentu kemenangan di partai final. Total 60 gol di semua kompetisi musim lalu menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Eropa.
Bagi Timnas Inggris, kehadiran Kane bukan sekadar soal gol. Dengan 79 gol dari 114 penampilan, ia sudah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah The Three Lions. Namun, kontribusinya jauh melampaui angka-angka itu. Pergerakan tanpa bola, kemampuan menghubungkan permainan, serta ketenangan dalam mengeksekusi penalti membuatnya menjadi pemain yang sulit diantisipasi lawan. Sebagai kapten, pengalamannya di turnamen besar menjadi aset berharga bagi skuad muda Inggris.
Pujian datang dari dua pelatih yang pernah menanganinya. Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan bahwa tanpa Kane, ancaman Bayern Munich dan Inggris berkurang drastis. "Tidak ada tim di dunia yang memiliki ancaman yang sama tanpa Harry. Kami bisa menang tanpa dia, tapi lebih mudah dengan dia. Tidak ada Harry Kane kedua," ujar Tuchel. Sementara itu, pelatih Bayern Vincent Kompany menyoroti kecerdasan bermain Kane yang kerap diremehkan di Inggris. "Dia seperti anggur tua yang semakin matang. Kualitasnya sebagai finisher dan pemimpin tidak pernah diragukan, tapi kecerdasan sepak bolanya kini bisa diapresiasi," kata Kompany.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Kane menjadi tontonan menarik karena ia adalah salah satu pemain yang paling konsisten di panggung terbesar. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Kane menjadi andalan utama Inggris untuk mengakhiri puasa gelar sejak 1966. Pertanyaannya, mampukah ia membawa pulang trofi? Atau justru usia yang menjadi penghalang? Satu hal yang pasti, setiap langkah Kane di turnamen nanti akan menjadi sorotan dunia.


