Terminal Baru HarbourFront Singapura Mulai Beroperasi 7 Juli: Batam Fast Ferry Jadi Operator Perdana
Baca dalam 60 detik
- Batam Fast Ferry akan menjadi operator pertama yang melayani penumpang dari terminal baru Singapore Cruise Centre di HarbourFront mulai 7 Juli 2026.
- Seluruh operator feri dan kapal pesiar lainnya menyusul pada 15 Juli, tanpa perubahan rute, destinasi, atau jadwal yang ada.
- Terminal baru ini menggantikan fasilitas lama yang akan direvitalisasi menjadi gedung serbaguna dengan taman elevated oleh Mapletree Investments.

Batam Fast Ferry dijadwalkan menjadi operator perdana yang beroperasi dari terminal baru Singapore Cruise Centre (HarbourFront) pada 7 Juli 2026, disusul seluruh operator feri dan kapal pesiar lainnya pada 15 Juli. Langkah ini menandai perpindahan layanan dari terminal lama di HarbourFront Centre yang akan segera direvitalisasi.
Terminal baru yang beralamat di 5 Harbourfront Avenue ini hanya berjarak 70 meter dari bangunan lama—sebuah gedung bata terakota merah yang selama puluhan tahun menjadi gerbang utama pelayaran ke Indonesia. Pemilik kawasan, Mapletree Investments, berencana mengubah terminal lama menjadi gedung serbaguna yang dilengkapi taman elevated pada paruh kedua 2026.
Singapore Cruise Centre menegaskan bahwa relokasi ini tidak mengubah rute, destinasi, maupun jadwal feri. Layanan ke berbagai pelabuhan di Indonesia—termasuk Batam Centre, Harbour Bay, Sekupang, Tanjung Balai Karimun, Gold Coast, dan Nirup Island—tetap berjalan seperti biasa. Demikian pula dengan operasi kapal pesiar internasional dan lokasi dermaga yang tidak berubah.
Bagi pelancong asal Indonesia, khususnya dari Batam dan Kepulauan Riau, perpindahan ini patut dicermati. Meski rute dan jadwal tidak berubah, akses menuju terminal baru perlu disesuaikan. Penumpang yang biasa menggunakan kendaraan pribadi harus bersiap dengan keterbatasan parkir. Singapore Cruise Centre merekomendasikan penggunaan MRT—turun di Stasiun HarbourFront, keluar melalui Exit B, lalu berjalan kaki melalui jalur beratap menuju terminal.
CEO Singapore Cruise Centre, Jacqueline Tan, menyebut terminal baru ini sebagai peluang untuk meningkatkan pengalaman penumpang. "Ini adalah cerminan komitmen kami dalam menghadirkan perjalanan yang mulus dan efisien," ujarnya dalam pernyataan resmi. Detail lebih lanjut mengenai fasilitas dan layanan akan diumumkan pada peresmian resmi yang dijadwalkan akhir 2026.
Sejarah mencatat, HarbourFront Centre pertama kali dibuka pada 1978 dengan nama World Trade Centre. Setelah renovasi besar, gedung ini berganti nama menjadi HarbourFront Centre dan beroperasi kembali pada Februari 2003. Kini, setelah lebih dari dua dekade melayani jutaan penumpang, giliran terminal baru yang mengambil alih peran strategis sebagai pintu masuk pelayaran ke Indonesia.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa siap infrastruktur pendukung—seperti akses transportasi umum dan kapasitas parkir—menampung lonjakan penumpang, terutama pada musim liburan. Dengan terminal lama yang akan segera ditutup, kelancaran transisi menjadi ujian bagi Singapore Cruise Centre dan para operator feri.



