Tim Ho Wan Tutup Gerai Perdana di Singapura, Akhir Era Dimsum Michelin
Baca dalam 60 detik
- Gerai Plaza Singapura yang menjadi titik ekspansi pertama Tim Ho Wan di luar Hong Kong akan tutup permanen pada 12 Juli 2026.
- Penutupan dipicu renovasi mal, namun rantai tersebut tetap mempertahankan lima gerai lain di Singapura.
- Acara perpisahan bertajuk 'Nostalgic Farewell Celebration' akan digelar dengan dimsum gratis, musik, dan voucher belanja.

Setelah 13 tahun melayani pencinta dimsum di Singapura, gerai pertama Tim Ho Wan di luar Hong Kong yang berlokasi di Plaza Singapura akan menutup pintunya secara permanen pada 12 Juli 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah babak penting bagi rantai restoran yang pernah meraih bintang Michelin dengan harga terjangkau.
Dalam unggahan Instagram pada Kamis (18/6), manajemen Tim Ho Wan menyatakan bahwa penutupan merupakan bagian dari proyek redevelopment mal tersebut. “Meski berat untuk berpisah, kami sangat berterima kasih atas dukungan dan loyalitas Anda selama ini,” tulis mereka. Kabar ini tentu mengejutkan para pelanggan setia yang telah menjadikan gerai tersebut sebagai destinasi kuliner favorit sejak 2013.
Tim Ho Wan pertama kali didirikan oleh koki Mak Kwai Pui dan Leung Fai Keung di distrik Mong Kok, Hong Kong, pada Maret 2009. Hanya setahun kemudian, restoran berkapasitas 20 kursi itu dianugerahi bintang Michelin pada 2010, menjadikannya salah satu restoran Michelin termurah di dunia. Kesuksesan ini mendorong ekspansi ke luar negeri, dan Singapura menjadi pilihan pertama pada April 2013.
Penutupan gerai ikonik ini tidak serta-merta mencerminkan kemunduran bisnis Tim Ho Wan secara keseluruhan. Rantai tersebut masih mengoperasikan lima gerai lain di Singapura, termasuk di pusat perbelanjaan besar seperti Jewel Changi Airport dan Marina Bay Sands. Secara global, Tim Ho Wan telah berkembang ke Jepang, China, Korea Selatan, Filipina, dan Amerika Serikat, menunjukkan bahwa merek ini masih memiliki daya tarik kuat di pasar internasional.
Bagi pengamat industri kuliner, penutupan ini menjadi pengingat bahwa bahkan restoran paling sukses pun tidak kebal terhadap dinamika properti dan perubahan strategi ritel. Plaza Singapura sendiri tengah menjalani renovasi besar-besaran untuk meningkatkan daya tariknya, yang memaksa beberapa penyewa lama harus angkat kaki. Meski demikian, Tim Ho Wan memilih untuk tidak memperpanjang kontrak di lokasi tersebut, mungkin karena biaya sewa yang meningkat atau perubahan demografi pengunjung.
Untuk merayakan perjalanan panjangnya, Tim Ho Wan akan menggelar acara perpisahan bertajuk “Nostalgic Farewell Celebration” pada hari terakhir operasional. Pengunjung yang hadir dapat menikmati free-flow dimsum dan minuman, musik live, serta aktivitas kerajinan tangan. Setiap tamu juga akan menerima goodie bag berisi merchandise Tim Ho Wan dan voucher makan senilai S$30. Acara ini diharapkan menjadi momen emosional bagi para pelanggan yang telah setia selama lebih dari satu dekade.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Tim Ho Wan akan membuka gerai baru di lokasi lain di Singapura atau justru fokus pada pengembangan di pasar Asia Tenggara lainnya. Dengan persaingan kuliner yang semakin ketat, terutama dari merek dimsum lokal dan internasional, strategi ekspansi yang tepat akan menjadi kunci keberlanjutan merek ini. Sementara itu, para penggemar dimsum di Indonesia mungkin bertanya-tanya: kapan Tim Ho Wan akan hadir di Jakarta?



