Neil Young Ungkap Cinta pada Daryl Hannah Lewat Lagu Earth Girl di Album Second Song
Baca dalam 60 detik
- Neil Young merilis album Second Song yang memuat lagu Earth Girl, dedikasi untuk istrinya Daryl Hannah.
- Lagu ini menggabungkan dua melodi dan dianggap Young sebagai salah satu karya favoritnya.
- Album juga menghadirkan lagu lama I'll Love You Forever yang ditulis 60 tahun lalu dan direkam ulang bersama The Chrome Hearts.

Neil Young kembali menyita perhatian publik lewat album terbarunya, Second Song, yang resmi dirilis pada Jumat (18/09). Dalam album tersebut, ia menyertakan lagu berjudul Earth Girl yang secara khusus menggambarkan cintanya kepada sang istri, aktris Daryl Hannah. Lagu ini menjadi salah satu sorotan karena Young jarang secara terbuka mengungkap sisi personalnya dalam karya musik.
Dalam wawancara dengan majalah MOJO, Young mengungkapkan bahwa Earth Girl memiliki struktur unik dengan dua melodi yang saling tumpang tindih. "Satu melodi memiliki lirik yang cepat, sementara yang lain lebih lembut," ujarnya. Ia menambahkan bahwa lagu ini termasuk favoritnya karena mampu menangkap esensi hubungannya dengan Hannah. "Saya tahu lagu ini menggambarkan cinta saya pada Daryl dengan cukup baik," kata Young.
Kisah cinta Young dan Hannah sendiri dimulai pada 2014, tak lama setelah perceraiannya dengan istri kedua, Pegi Morton. Pasangan ini kemudian menikah pada 2018. Young mengaku butuh waktu seumur hidup untuk menemukan cinta sejatinya. "Saya merasa tidak ada kekhawatiran berarti saat bersama dia," tuturnya. "Kami sangat dekat dalam pengalaman hidup. Sebagai seniman, kami saling memahami ruang dan waktu yang dibutuhkan untuk berkarya."
Selain Earth Girl, album Second Song juga memuat beberapa lagu lama yang dikeluarkan Young dari arsipnya dan direkam ulang bersama bandnya, The Chrome Hearts. Salah satunya adalah I'll Love You Forever, yang ditulis Young saat remaja tentang cinta monyet. Menurut drummer The Chrome Hearts, Anthony LoGerfo, lagu tersebut tetap relevan hingga kini karena cinta Young kepada Hannah. "Dia menulis lagu itu sebagai remaja, tentang cinta remaja, tapi sekarang sangat berlaku dalam hidupnya. Cinta mereka murni seperti cinta remaja. Cinta mereka nyata," jelas LoGerfo.
"Perasaan dalam lagu itu seperti baru kemarin. Saya masih muda saat menulisnya, tapi itu tidak masalah, karena itu hanya usia tubuh saya. Saya bisa saja menulisnya besok," ujar Young.
Young menambahkan bahwa ia tidak mengaitkan lagu tersebut dengan kerangka waktu tertentu. "Lagu itu hebat jika Anda hadir saat menciptakannya dan tidak memaksakan sesuatu, biarkan mengalir, maka lagu itu akan bersama Anda selamanya," pungkasnya.
Bagi penggemar musik di Indonesia, perilisan album ini bisa menjadi pengingat akan kekuatan musik sebagai medium ekspresi cinta yang melampaui usia. Karya-karya Young yang telah melegenda, seperti "Like a Hurricane" dan "Heart of Gold", tetap menjadi referensi bagi musisi folk-rock tanah air. Album Second Song juga menegaskan bahwa musisi senior seperti Young masih mampu menghadirkan karya segar tanpa kehilangan identitas.
Ke depan, menarik untuk menyaksikan bagaimana album ini diterima pasar global, termasuk di Indonesia, dan apakah lagu-lagu seperti Earth Girl akan menjadi standar baru dalam repertoar konser Young. Dengan lirik yang personal dan aransemen yang khas, Second Song berpotensi memperkuat warisan musik Neil Young di kancah internasional.



