Sweden Pesta Gol ke Gawang Tunisia, Duo Gyokeres-Isak Jadi Mimpi Buruk Lini Belakang
Baca dalam 60 detik
- Sweden menang telak 5-1 atas Tunisia di laga perdana Grup F Piala Dunia 2026, berkat performa gemilang Viktor Gyokeres dan Alexander Isak yang masing-masing mencetak satu gol dan satu assist.
- Kemenangan ini membawa Swedia memuncaki klasemen sementara Grup F dengan keunggulan dua poin atas Jepang dan Belanda, sekaligus menunjukkan ketajaman lini depan yang sulit dibendung.
- Pertandingan di Monterrey Stadium ini menjadi bagian dari Matchday 4 yang total mencetak 19 gol, rata-rata 4,75 gol per laga, mengindikasikan turnamen yang semakin ofensif.
Swedia memulai petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan pesta gol ke gawang Tunisia. Berlaga di Stadion Monterrey, tim asuhan Graham Potter menang telak 5-1 berkat duet maut Viktor Gyokeres dan Alexander Isak yang menjadi momok bagi pertahanan lawan.
Gol pembuka lahir dari kaki Yasin Ayari pada menit ketujuh. Pemain yang lahir dari ayah Tunisia itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Tunisia. Keunggulan Swedia bertambah pada menit ke-30 setelah Gyokeres memberikan umpan terobosan cemerlang yang dituntaskan Isak dengan tenang. Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Omar Rekik yang memanfaatkan umpan silang akurat Hannibal Mejbriโgol internasional perdana Rekik.
Namun, dominasi Swedia di babak kedua tak terbendung. Isak merebut bola dari Ellyes Skhiri, lalu Gyokeres dengan sigap menyarangkan bola ke gawang kosong untuk membuat skor 3-1. Mattias Svanberg yang baru masuk memperlebar keunggulan pada menit ke-84, sebelum Ayari menutup pesta dengan gol keduanya di masa injury time. Kemenangan ini membawa Swedia memuncaki klasemen Grup F dengan koleksi tiga poin, unggul dua angka dari Jepang dan Belanda yang bermain imbang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Swedia ini patut dicermati. Tim Skandinavia tersebut menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim kuda hitam, melainkan kandidat serius untuk melaju jauh. Duet Gyokeres-Isak mengingatkan pada kerja sama klasik striker Eropa yang haus golโmirip dengan duet legendaris Henrik Larsson dan Kennet Andersson di era 1990-an. Jika Swedia mampu mempertahankan konsistensi ini, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kejutan di turnamen yang digelar di Amerika Utara ini.
Bek Swedia, Victor Lindelof, mengungkapkan kepuasannya usai pertandingan. โSaya sangat senang dengan tiga poin hari ini. Ini awal yang bagus untuk turnamen, terutama jika kita bicara tentang Piala Dunia yang besar. Kami mengelola pertandingan dengan sempurna, baik dengan maupun tanpa bola, dan saya sangat puas dengan apa yang kami hasilkan,โ ujarnya.
Di sisi lain, Tunisia harus segera bangkit. Kekalahan telak ini membuat posisi mereka di dasar klasemen Grup F. Laga selanjutnya melawan Jepang akan menjadi penentu nasib mereka. Jika tidak mampu meraih poin, peluang lolos ke babak gugur akan semakin tipis. Pertanyaan besarnya: mampukah Tunisia memperbaiki lini pertahanan yang bocor lima gol, atau Swedia akan terus melaju tanpa hambatan?



