FFI: Kompetisi Kampus Jadi Andalan Cetak Talenta Futsal Indonesia ke Pentas Dunia
Baca dalam 60 detik
- Wondr NCFS 2026 diikuti 240 perguruan tinggi, menjadi ajang pembibitan pemain futsal nasional.
- STIEM Bongaya Makassar juara setelah mengalahkan STIE Indonesia Jakarta 3-2 di final.
- FFI optimistis kompetisi mahasiswa mampu mendorong Indonesia ke level internasional, termasuk Piala AFC.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259031/original/069160000_1781436049-1000121520.jpg)
Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Sianipar menegaskan bahwa kompetisi futsal antarmahasiswa seperti Wondr National Collegiate Futsal Series (NCFS) National Stage 2026 bukan sekadar ajang olahraga kampus, melainkan pilar strategis dalam mencetak pemain-pemain masa depan yang siap bersaing di kancah global. Pernyataan itu disampaikan di tengah euforia final yang mempertemukan STIEM Bongaya Makassar dengan STIE Indonesia Jakarta.
Menurut Michael, animo luar biasa dari 240 perguruan tinggi yang berpartisipasi membuktikan bahwa futsal Indonesia tengah berada dalam fase emas. Peringkat ke-14 dunia yang kini disandang tim nasional menjadi modal berharga, dan kompetisi seperti NCFS diyakini sebagai jalur utama untuk memperkuat rantai suplai pemain berbakat. “Talenta futsal Indonesia punya potensi besar. Kompetisi ini menjadi salah satu jalan untuk melahirkan pemain yang nantinya bisa berbicara di level internasional, termasuk Piala AFC,” ujar Michael di Yogyakarta, Minggu (14/6/2026).
Partai final yang berlangsung di GOR Nusantara Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (13/6/2026) malam menyajikan duel sengit. STIEM Bongaya Makassar akhirnya keluar sebagai juara setelah menekuk STIE Indonesia Jakarta dengan skor 3-2. Kemenangan ini sekaligus menobatkan STIEM Bongaya sebagai kampiun baru, setelah pada edisi sebelumnya hanya mampu finis di posisi ketiga.
Bintang lapangan pada laga puncak adalah Fahmi Fatur Rahman. Pemain STIEM Bongaya itu memborong tiga gol pada menit ke-13, 17, dan 31. Sementara itu, STIE Indonesia Jakarta sempat memberikan perlawanan lewat dua gol Rakesh Abrar di menit ke-19 dan 39. Namun, keunggulan STIEM Bongaya bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih STIEM Bongaya, Muh Afdhal Chaeruddin, mengaku target juara nasional sudah direncanakan sejak awal. “Tahun kemarin kami hanya peringkat tiga nasional. Tahun ini semua sesuai rencana,” katanya. Ia menambahkan bahwa timnya tidak diperkuat pemain timnas, hanya satu pemain Liga Pro, Aksa Putra. Sebaliknya, lawan dari Jakarta hampir seluruhnya pemain Liga Pro. “Kunci keberhasilan kami adalah kebersamaan dan kekompakan tim, bukan hanya faktor teknis,” ujar Afdhal.
Wondr NCFS 2026 diselenggarakan oleh Games of Society dengan sistem kompetisi berjenjang dari tingkat kota hingga nasional. Putaran final berlangsung pada 11-13 Juni 2026 di GOR Nusantara UGM. Ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi jembatan bagi pemain muda berbakat untuk menembus level yang lebih tinggi, memperkuat ekosistem futsal Indonesia yang profesional dan berkelanjutan.
Ke depan, FFI berharap kompetisi serupa dapat terus digelar secara konsisten. Dengan peringkat timnas yang terus meningkat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan futsal Asia. Pertanyaannya, mampukah ajang-ajang kampus seperti NCFS secara berkelanjutan memproduksi pemain yang siap mengisi skuad Garuda di turnamen internasional?



