Persik Kediri Lakukan Perombakan Besar: Syahrian Abimanyu Jadi Kloter Pertama yang Dilepas
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri memulai perombakan skuad dengan melepas Syahrian Abimanyu, gelandang berpengalaman yang hanya bermain 306 menit musim lalu.
- Abimanyu bergabung dengan PSIS Semarang setelah bersaing ketat dengan gelandang asing di Persik, termasuk Jon Toral dan Adrian Luna.
- Manajemen Persik mengakui kualitas Abimanyu dan berharap ia berkembang di klub baru, sementara tim fokus pada efisiensi skuad.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456433/original/076534600_1766886064-1000740809.jpg)
Persik Kediri memulai babak baru dengan merombak komposisi pemainnya. Syahrian Abimanyu menjadi nama pertama yang harus angkat kaki dari skuat Macan Putih pada bursa transfer Super League 2026/2027, menyusul Rodrigo Dias dan Yusuf Meilana yang lebih dulu hengkang.
Gelandang berusia 26 tahun itu bergabung dengan Persik pada awal musim lalu dari Persija Jakarta dengan status bebas transfer. Namun, menit bermain yang didapatkannya sangat terbatas. Dari 11 penampilan, Abimanyu hanya mengumpulkan total 306 menitโsetara sekitar tiga pertandingan penuh. Persaingan ketat di lini tengah menjadi penyebab utamanya. Ia harus bersaing dengan gelandang asing seperti Jon Toral (Spanyol), Adrian Luna (Uruguay), Telmo Castanheira, dan Imanol Garcia.
Meski demikian, manajemen Persik mengakui kualitas Abimanyu. Manajer tim Rachmad Tri Kuncara menyebutnya sebagai pemain dengan visi bermain yang baik. "Kami sangat berterima kasih atas kerja keras yang diperlihatkan Syahrian Abimanyu selama ini," ujarnya. Ia berharap pemain bernomor punggung 17 itu bisa lebih berkembang di klub barunya.
Abimanyu sendiri bukanlah pemain sembarangan. Ia pernah merumput bersama Newcastle United Jets di Liga Australia dan Johor Darul Ta'zim di Liga Super Malaysia. Di dalam negeri, ia pernah membela Madura United dan Persija. Pengalaman tersebut membentuknya menjadi gelandang dengan distribusi bola akurat dan kemampuan mengatur tempo permainan. Posturnya yang 171 cm tidak menghalangi naluri bermainnya yang energik.
Keputusan Persik melepas Abimanyu menjadi sinyal bahwa klub tengah melakukan efisiensi skuad. Dengan kuota pemain asing yang ketat, ruang bagi pemain lokal seperti Abimanyu semakin sempit. Namun, langkah ini juga membuka peluang bagi pemain muda untuk naik kelas. PSIS Semarang, yang disebut-sebut sebagai tujuan Abimanyu, akan mendapatkan tambahan amunisi berpengalaman di lini tengah.
Bagi Abimanyu, pindah ke PSIS bisa menjadi kesempatan untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler. Ia masih berada di usia produktif dan memiliki rekam jejak yang solid. Pertanyaannya, mampukah ia beradaptasi dengan cepat dan membuktikan bahwa kualitasnya tidak pudar? Persaingan di Liga Super Indonesia musim depan diprediksi semakin ketat, dan Abimanyu harus siap bersaing.



