Eleanor Klinger: Gaya Garang Gelandang Muda Inggris yang Tak Kenal Kompromi
Baca dalam 60 detik
- Gelandang timnas U-20 putri Inggris, Eleanor Klinger, dikenal dengan gaya bermain agresif dan tanpa kompromi, bahkan rela mengalami patah jari kaki demi merebut bola.
- Setelah gagal lolos ke dua edisi sebelumnya, Inggris kembali ke Piala Dunia U-20 Wanita 2026 di Polandia dan akan menghadapi Brasil, Kanada, serta Tanzania di fase grup.
- Klinger, yang juga mahasiswa Ilmu Politik di Stanford, bercita-cita menjadi pemain profesional dan mengidolakan Harry Kane karena kepemimpinan serta kemampuannya sebagai playmaker.

Gelandang timnas Inggris U-20 putri, Eleanor Klinger, tidak pernah setengah-setengah saat bertanding. Dalam laga uji coba melawan Amerika Serikat pada musim panas lalu, ia bahkan mengalami patah jari kaki setelah berduel merebut bola. Namun, mahasiswa Stanford itu justru menganggap gaya bermain agresifnya sebagai salah satu aset terbesarnya.
Klinger merupakan salah satu pilar penting Young Lionesses sejak memutuskan pindah dari program junior Amerika Serikat. Ia memadukan kegigihan dan agresivitas dengan kreativitas serta kemampuan teknis yang mumpuni. Inggris sendiri akan kembali tampil di Piala Dunia U-20 Wanita Polandia 2026 setelah gagal lolos pada edisi 2022 dan 2024. Di fase grup, mereka akan berhadapan dengan Brasil, Kanada, dan Tanzania.
Dalam wawancara dengan FIFA, Klinger mengaku sangat antusias membela Inggris di panggung dunia. โSetiap kali saya memakai seragam Three Lions, saya merasa sangat bersyukur. Kami tidak hanya mewakili skuad saat ini, tetapi juga warisan besar para pemain sebelumnya,โ ujarnya. Ia juga menekankan bahwa semua pemain Inggris saat ini bermain di level tertinggi bersama klub-klub profesional top, baik di dalam maupun luar negeri.
Menjelang turnamen, Klinger dan timnya menjalani pemusatan latihan yang dirancang menyerupai suasana grup. Mereka melakoni tiga pertandingan: melawan AS (imbang 1-1), satu laga uji coba tambahan, dan menutupnya dengan kemenangan atas Kolombia. โJika itu format grup, kami pasti lolos,โ kata Klinger. Meski cedera memaksanya absen di dua laga terakhir, ia tetap mengikuti rapat taktik dan latihan, yang dinilainya sangat berharga untuk membangun chemistry tim.
Di luar lapangan, Klinger aktif di Student Athletic Advisory Committee, mewakili suara atlet mahasiswa dalam dialog dengan pihak universitas. Ia juga bergabung dengan organisasi mahasiswa yang sesuai minatnya di bidang ilmu politik. โSepak bola adalah komitmen besar sebagai atlet-mahasiswa, tapi saya senang bisa terlibat dalam advokasi,โ ujarnya.
Klinger mengidolakan Harry Kane, kapten timnas Inggris senior. โSaya sangat menghormati cara dia memimpin tim, tidak hanya melalui kemampuan mencetak gol tetapi juga kemampuannya menjadi playmaker dari lini tengah, serta sikapnya di lapangan,โ ungkapnya. Ia pun menargetkan menjadi pemain profesional di level tertinggi, dengan fokus jangka pendek pada musim kompetisi kampus Stanford dan Piala Dunia di Polandia.
Bagi Indonesia, perjalanan Klinger dan Inggris U-20 bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola putri usia muda. Dengan gaya bermain yang keras namun cerdas, Klinger membuktikan bahwa agresivitas dan teknik bisa berjalan beriringan. Pertanyaannya, akankah Indonesia mampu melahirkan pemain dengan karakter serupa untuk bersaing di level global?



