Prabowo Panggil Rosan, Bahlil, Purbaya ke Kertanegara: Laporan Investasi Global Jadi Bahasan Utama
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo menggelar pertemuan malam dengan sejumlah menteri di kediaman Kertanegara untuk membahas hasil kunjungan kerja ke luar negeri.
- Rosan Roeslani melaporkan peningkatan kepercayaan investor global terhadap Indonesia, yang akan diumumkan secara resmi pada Senin.
- Pertemuan ini menandai langkah pemerintah untuk memperkuat transparansi data investasi dan menjaga momentum masuknya modal asing.

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (14/6) malam. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu difokuskan pada laporan hasil kunjungan kerja Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Donny Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Mereka duduk melingkar di meja bundar, dengan Prabowo di posisi tengah menghadap para menteri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, Rosan memaparkan data dan fakta yang menunjukkan peningkatan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. "Yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," ujar Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Prabowo kemudian memerintahkan Rosan untuk menyampaikan data positif tersebut secara terbuka kepada publik pada Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta bagi masyarakat, sekaligus menjaga transparansi di tengah upaya menarik lebih banyak investasi asing.
Pertemuan malam itu mengindikasikan adanya percepatan pengambilan keputusan di tingkat eksekutif terkait kebijakan investasi. Dengan melibatkan menteri dari berbagai bidang, mulai dari energi hingga pendidikan tinggi, pemerintah tampak ingin memastikan bahwa setiap sektor siap menyerap dan mengelola masuknya modal asing. Bahlil Lahadalia, misalnya, akan berperan penting dalam mengawal investasi di sektor energi dan sumber daya mineral, sementara Brian Yuliarto diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan industri dengan pengembangan sumber daya manusia.
Bagi Indonesia, peningkatan kepercayaan investor global menjadi krusial di tengah persaingan regional yang ketat. Negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand juga gencar menawarkan insentif bagi investor asing. Oleh karena itu, langkah Prabowo untuk mempublikasikan data positif ini secara terbuka dapat menjadi strategi untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di mata dunia.
Ke depan, publik akan menantikan isi pengumuman Rosan pada Senin beserta rincian sektor-sektor yang paling diminati investor. Apakah data tersebut akan diikuti dengan kebijakan baru yang lebih agresif untuk menarik investasi? Atau justru menjadi dasar untuk mengevaluasi hambatan yang masih ada? Yang jelas, pertemuan di Kertanegara malam ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menjaga momentum kepercayaan global.



