Drama The Oval: Duel London Berakhir Imbang, Matthews Jadi Pahlawan
Baca dalam 60 detik
- MI London dan London Spirit bermain imbang dalam laga sengit The Hundred, setelah Hayley Matthews hanya kebobolan tiga run di tiga bola terakhir.
- Melie Kerr mencetak 49 tak terkalahkan, sementara Amy Jones juga mengemas 49 untuk Spirit, tetapi keduanya gagal membawa timnya menang.
- Hasil ini mengangkat MI London dari dasar klasemen, sementara Spirit naik ke posisi keempat dengan satu kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang.

Pertandingan sengit antara MI London dan London Spirit di The Oval, Kamis (1/8), harus berakhir dengan skor imbang setelah pelempar MI London, Hayley Matthews, hanya mampu memberikan tiga run dari tiga lemparan terakhir. Dengan kebutuhan sembilan run dari enam bola terakhir, Deandra Dottin, rekan setim Matthews di tim nasional, memukul four di bola pertama dan mencuri satu run di bola kedua. Namun, Matthews bangkit dengan memecahkan gawang Nadine de Klerk (13) dan menahan Charlie Dean hanya pada satu run. Dottin hanya mampu memukul bola terakhir ke sisi leg dan berlari untuk dua run, membuat kedua tim bermain imbang untuk kedua kalinya dalam tiga tahun.
MI London, yang baru meraih poin pertama musim ini setelah kalah dalam tiga pertandingan awal, memenangkan undian dan memilih untuk memukul terlebih dahulu. Mereka mencetak 151-4 dalam 100 bola. Melie Kerr menjadi bintang dengan 49 tak terkalahkan dari 32 bola, membangun kemitraan 46 run dengan kapten Hollie Armitage (23) dan 54 run bersama Chinelle Henry yang mencetak 33 run dari 12 bola dengan dua four dan dua six. Henry kemudian memulai pertahanan dengan memecahkan gawang Grace Harris pada bola pertama, tetapi Amy Jones menstabilkan inning Spirit.
Jones, yang juga menjadi penjaga gawang, mencetak 49 dari 36 bola, dengan kemitraan 68 run bersama Marie Kelly (45) dan 51 run bersama Marizanne Kapp (25). Spirit tampak nyaman dengan kebutuhan 33 run dari 26 bola, sebelum kehilangan Jones dan Kapp dalam empat lemparan beruntun. Kapp memukul six sebelum tertangkap, sementara Jones terkena lemparan Kirstie Gordon. MI London hanya kebobolan 19 run dari 17 bola berikutnya, menyiapkan akhir dramatis yang berakhir dengan skor 151-5.
Bagi pecinta kriket di Indonesia, pertandingan ini menyajikan drama khas The Hundred yang penuh ketegangan. Kompetisi yang menggunakan format 100 bola per tim ini mulai populer di kalangan penggemar kriket Tanah Air, terutama dengan siaran langsung di platform digital. Hasil imbang ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan, di mana setiap run dan lemparan bisa mengubah nasib tim. MI London kini naik ke peringkat di atas Birmingham Phoenix berdasarkan net run-rate, sementara Spirit menempati posisi keempat dengan satu kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang.
Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Southern Brave melawan Birmingham Phoenix di Southampton. Brave, yang memuncaki klasemen, akan berusaha meraih kemenangan keempat beruntun, sementara Phoenix masih mencari kemenangan pertama. Bagi MI London dan Spirit, hasil imbang ini menjadi modal berharga untuk pertandingan mendatang, meskipun keduanya pasti mengincar kemenangan penuh. Akankah format The Hundred terus menghasilkan kejutan seperti ini? Para penggemar kriket di Indonesia patut menantikan aksi-aksi selanjutnya.



