Inter Lepas Akinsanmiro ke Monza: €7,5 Juta Tanpa Klausul Pembelian Kembali
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan resmi menjual gelandang muda Nigeria Ebeneezer Akinsanmiro ke Monza dengan nilai transfer €7,5 juta plus 10% dari penjualan di masa depan.
- Kesepakatan ini bersifat permanen tanpa klausul pembelian kembali, menandai langkah berani Inter dalam melepas produk akademi yang sempat dipinjamkan ke Sampdoria dan Pisa.
- Akinsanmiro, yang telah mencatatkan 25 penampilan di Serie A, akan bersaing di lini tengah Monza yang baru promosi ke kasta tertinggi Italia.

Inter Milan dilaporkan telah mencapai kesepakatan penuh untuk melepas gelandang muda Ebeneezer Akinsanmiro ke Monza dengan nilai transfer €7,5 juta, ditambah klausul 10 persen dari penjualan di masa mendatang. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub raksasa Italia tersebut mulai berani melepas aset akademi secara permanen tanpa opsi pembelian kembali.
Menurut laporan Sky Sport Italia, kedua klub telah saling berjabat tangan dan seluruh dokumen diselesaikan dalam beberapa hari terakhir. Yang menarik, Inter tidak menyertakan klausul buy-back dalam kontrak, yang berarti Akinsanmiro akan menjadi milik Monza sepenuhnya. Keputusan ini kontras dengan kebijakan Inter sebelumnya yang kerap mempertahankan hak membeli kembali pemain muda potensial.
Gelandang berusia 21 tahun itu telah mencatatkan satu caps untuk tim nasional Nigeria pada Desember 2025 dan termasuk dalam skuad Piala Afrika 2025-26. Ia bergabung dengan akademi Inter pada Januari 2023 dan menjalani masa peminjaman di Sampdoria serta Pisa musim lalu. Total, Akinsanmiro telah mencatatkan 25 penampilan di Serie A dengan kontribusi satu assist.
Ketertarikan terhadap Akinsanmiro tidak hanya datang dari Monza. Bologna, Werder Bremen, dan Borussia Mönchengladbach juga sempat memantau perkembangannya. Namun, Monza yang baru promosi ke Serie A melalui play-off berhasil memenangkan perburuan. Bagi Inter, keputusan ini bisa menjadi langkah strategis untuk merampingkan skuad dan mendapatkan dana segar di bursa transfer.
Dalam konteks sepak bola Indonesia, pergerakan pemain muda seperti Akinsanmiro menjadi pelajaran berharga. Klub-klub Liga 1 yang memiliki akademi mulai melirik model pengembangan pemain ala Eropa, di mana pemain muda dilepas dengan klausul penjualan untuk memaksimalkan keuntungan jangka panjang. Langkah Inter menunjukkan bahwa menjual pemain akademi secara permanen bukanlah akhir, melainkan bagian dari ekos bisnis yang sehat.
Ke depan, tantangan bagi Akinsanmiro adalah membuktikan konsistensi di level tertinggi Italia. Monza, yang tengah membangun identitas permainan, bisa menjadi panggung ideal baginya untuk berkembang. Pertanyaan yang muncul: akankah Inter menyesali keputusan ini jika Akinsanmiro bersinar di masa depan, atau justru ini menjadi strategi cerdas yang menguntungkan kedua belah pihak?



