Modus Tawaran Kerja Berujung Pembiusan: IRT di Bogor Jadi Korban
Baca dalam 60 detik
- Seorang ibu rumah tangga asal Megamendung ditemukan linglung di Lapangan Sempur setelah dibius dengan minuman yang diberikan pria misterius yang mengiming-imingi pekerjaan.
- Pelaku membawa kabur uang Rp200 ribu dan ponsel korban; polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan meski laporan resmi belum dibuat.
- Kasus ini menjadi pengingat akan maraknya modus kejahatan dengan iming-iming lowongan kerja, terutama di tengah tekanan ekonomi yang mendorong warga mencari penghasilan tambahan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4115359/original/011653100_1659849791-IMG20220807092959.jpg)
Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Megamendung, Kabupaten Bogor, ditemukan tergeletak linglung di Lapangan Kaulinan Sempur, Kota Bogor, pada Kamis, 11 Juni 2026, setelah dibius oleh seorang pria yang baru dikenalnya dengan modus menawarkan pekerjaan. Peristiwa ini mengungkap modus operandi kejahatan jalanan yang memanfaatkan kerentanan ekonomi korban.
Korban, Sulastri (40), warga Kampung Pasir Kaling, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, pertama kali ditemukan oleh Ketua RW setempat, Edwin, yang melaporkan adanya seorang perempuan tak sadarkan diri di area lapangan. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi mendapati korban dalam kondisi kebingungan dan belum bisa diajak berkomunikasi secara koheren. Dari pemeriksaan tas korban, polisi menemukan kartu identitas yang kemudian menjadi kunci identifikasi.
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi, peristiwa bermula sehari sebelumnya saat korban bertemu dengan seorang pria misterius. Pria tersebut mengiming-imingi korban sebuah pekerjaan dan mengajaknya pergi ke kawasan Sempur. Di lokasi, pelaku membelikan minumanโdiduga air jeruk atau minuman lainโyang setelah diminum membuat korban pusing hebat dan kehilangan kesadaran. Saat siuman, pelaku telah menghilang bersama uang Rp200 ribu dan ponsel milik korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak korban belum membuat laporan resmi ke Polsek Bogor Tengah atau Polresta Bogor Kota. โNanti sore mau ngasih kabar mau buat laporan polisi atau tidak,โ ujar Budi, Minggu (14/6/2026). Meski demikian, polisi tidak tinggal diam. Tim penyidik telah meminta keterangan dari kakak korban, Arsyid, serta Ketua RW Sempur. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Untuk mempercepat pengungkapan, Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Bogor Kota langsung diterjunkan menuju kediaman korban di Megamendung. โKanit Jatanras dari Polresta sedang menuju rumah korban di Megamendung untuk meminta keterangannya langsung,โ pungkas Budi. Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam memburu pelaku yang masih buron.
Kasus ini menjadi cermin bagi masyarakat urban dan semi-urban di Indonesia, di mana modus penipuan dengan iming-iming lowongan kerja masih marak. Tekanan ekonomi seringkali membuat warga, terutama ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan, menjadi sasaran empuk kejahatan. Polisi mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan dari orang yang tidak dikenal, terutama jika harus bertemu di lokasi sepi.
Ke depan, pengungkapan kasus ini akan bergantung pada rekaman CCTV dan keterangan saksi. Pertanyaan yang mengemuka: akankah pelaku segera tertangkap sebelum kembali beraksi? Ataukah modus serupa akan terus memakan korban di tengah lemahnya literasi keamanan masyarakat?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260935/original/013144200_1781670058-Palak.jpeg)
