Kebakaran Hanguskan Tujuh Kios di Pasar Tulikup Gianyar, Kerugian Capai Rp300 Juta
Baca dalam 60 detik
- Api melalap tujuh kios sembako di Pasar Tulikup, Gianyar, siang tadi, diduga akibat korsleting listrik.
- Empat unit damkar dikerahkan dan api padam dalam satu jam; tidak ada korban jiwa.
- Polisi masih menyelidiki penyebab pasti, mengimbau pengecekan instalasi listrik berkala.

Kebakaran meludeskan tujuh unit kios kelontong dan sembako di Kompleks Pasar Tulikup, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, pada Rabu (17/6) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.10 WITA itu memicu kepanikan warga dan pedagang, namun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat oleh seorang saksi yang melihat kepulan asap tebal dari salah satu kios. Saksi segera menghubungi warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar serta Kepolisian Gianyar. Respons cepat dilakukan dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi pukul 12.25 WITA. Setelah upaya pemadaman dan pendinginan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.25 WITA.
Akibat kebakaran ini, tujuh kios berikut seluruh barang dagangan berupa kebutuhan pokok dan sembako mengalami kerusakan total. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta. "Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini," tegas Ipda Suardita.
Petugas kepolisian dari Polsek Gianyar telah melakukan serangkaian tindakan, termasuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, memasang garis polisi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan hasil sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Saat ini kasus masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Gianyar untuk memastikan penyebab pasti.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik. Polres Gianyar mengimbau masyarakat agar senantiasa memeriksa instalasi listrik secara berkala dan memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman. "Kami mengimbau warga untuk tidak menunda-nunda perbaikan jika menemukan kabel yang sudah usang atau stop kontak yang longgar," ujar Ipda Suardita.
Kebakaran di pasar tradisional seperti ini kerap menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan bagi pedagang kecil. Ke depan, perlu ada upaya mitigasi yang lebih sistematis, seperti pemasangan alat pendeteksi kebakaran dan pelatihan tanggap darurat bagi para pedagang. Apakah langkah preventif seperti itu akan segera diterapkan di pasar-pasar lain di Gianyar?



