Forest Incar Delap: Rekrutan Murah Bersinar Seperti Elanga?
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest membidik Liam Delap dari Chelsea sebagai opsi striker baru, dengan harga sekitar £40 juta.
- Manajer Oliver Glasner punya rekam jejak mengangkat performa striker, seperti Jean-Philippe Mateta di Crystal Palace.
- Kesuksesan Forest merevitalisasi karier Anthony Elanga menjadi preseden bahwa Delap bisa mengikuti jejak serupa.

Nottingham Forest kembali berburu striker muda yang terpinggirkan di klub besar, kali ini mengarahkan radar ke Liam Delap. Penyerang Chelsea berusia 23 tahun itu disebut menjadi target utama The Reds di bursa transfer musim panas ini, dengan harga yang dilaporkan mencapai £40 juta. Langkah ini mengingatkan pada strategi Forest yang sukses memoles Anthony Elanga pada 2023 lalu.
Elanga, yang dibeli dari Manchester United seharga £15 juta, menjadi salah satu investasi paling cemerlang Forest pasca-promosi ke Premier League. Dalam 82 penampilan, ia mencetak 11 gol dan 21 assist, sebelum dijual ke Newcastle United dengan keuntungan £40 juta. Kini, dengan pelatih anyar Oliver Glasner yang dikenal jitu mengembangkan striker—seperti yang ia lakukan terhadap Jean-Philippe Mateta di Crystal Palace—Forest optimistis dapat mengulang sukses serupa.
Meski lini depan Forest sudah padat dengan nama seperti Morgan Gibbs-White, Callum Hudson-Odoi, dan Igor Jesus, manajemen menilai masih perlu tambahan satu striker murni. Chris Wood dan Taiwo Awoniyi kerap diganggu cedera, sementara posisi terbaik Jesus belum pasti. Oleh karena itu, Delap dianggap sebagai opsi yang tepat, meskipun performanya di Chelsea kurang memuaskan—hanya satu gol Premier League musim lalu.
Menurut laporan John Percy dari The Telegraph, Forest sudah lama mengincar Delap bahkan sebelum ia bergabung dengan Chelsea setahun lalu. Glasner disebut sebagai pengagum berat sang pemain, dan faktor manajer bisa menjadi kunci kesuksesan transfer ini. Delap, yang sempat bersinar di Ipswich Town dengan 12 gol dalam 37 pertandingan, diyakini mampu bangkit kembali jika mendapat kepercayaan dan sistem yang tepat.
Kritik dari suporter mungkin muncul mengingat minimnya kontribusi Delap di Chelsea. Namun, sejarah Forest menunjukkan bahwa mereka mampu memulihkan karier pemain muda yang gagal di klub besar. Elanga, yang sebelumnya tanpa gol di musim terakhirnya bersama Manchester United, menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan yang tepat dapat mengubah segalanya. Delap, dengan pengalaman Premier League dan potensi yang belum tergali, bisa menjadi proyek serupa.
Jika transfer ini terealisasi, Forest tidak hanya mendapatkan striker haus gol, tetapi juga aset yang nilainya bisa melonjak. Pertanyaannya, akankah Glasner mampu mengulang keajaiban Mateta dan menjadikan Delap sebagai bintang baru di City Ground? Atau justru £40 juta akan menjadi taruhan mahal yang berakhir sia-sia?



