Schlotterbeck: Semangat Tim Jerman di Piala Dunia 2026 Terbaik Sejak Saya Bergabung
Baca dalam 60 detik
- Bek Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck, menilai kekompakan dan energi timnas Jerman saat ini lebih baik dibandingkan edisi Piala Dunia sebelumnya.
- Jerman datang ke Amerika Serikat dengan modal sembilan kemenangan beruntun dan optimisme tinggi setelah kegagalan di Qatar 2022.
- Schlotterbeck yakin performa apik di lapangan akan membangkitkan euforia publik dan menghilangkan keraguan terhadap tim asuhan Julian Nagelsmann.

Bek tengah Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck, menyebut atmosfer internal skuad Jerman menjelang Piala Dunia 2026 sebagai yang terbaik sejak ia menjadi pemain nasional. Menjelang laga perdana di Amerika Serikat, pemain berusia 26 tahun itu memuji kebersamaan yang terbangun di bawah asuhan Julian Nagelsmann.
"Apa yang saya lihat sekarang, cara kami berlatih bersama, saling mendukung, dan banyaknya waktu yang kami habiskan di luar lapangan โ saya rasa ini adalah energi tim terbaik sejak saya menjadi pemain timnas," ujar Schlotterbeck dalam wawancara dengan Bundesliga. Ia menambahkan bahwa semangat ini diharapkan bisa terbawa ke pertandingan dan memotivasi setiap pemain untuk memberikan yang terbaik.
Jerman sendiri menempatkan basis di Windsor-Salem, Carolina Utara, untuk turnamen kali ini. Schlotterbeck percaya jika energi positif itu berhasil ditransfer ke lapangan, timnya bisa menciptakan gelombang dukungan di seberang Atlantik. "Kami bisa membangkitkan euforia melalui kemenangan dan permainan yang bagus," katanya.
Dibandingkan dengan kegagalan di Qatar tiga tahun lalu, Schlotterbeck menilai tim saat ini "jauh lebih kuat". Ia merujuk pada rekor sembilan kemenangan beruntun yang diraih Jerman, serta fakta bahwa tim-tim besar seperti Prancis pun bisa kalah dari lawan yang dianggap lebih lemah, seperti Pantai Gading. "Saya pikir keraguan awal akan hilang setelah dua atau tiga pertandingan pertama, karena kami akan bermain sangat baik sehingga para penggemar berkata, 'Ini tim yang ingin kami lihat menjuarai sesuatu'," ujarnya optimistis.
Bagi Schlotterbeck, Piala Dunia memiliki tempat istimewa sejak turnamen 2006 di Jerman. Kenangan itu kembali muncul saat ia bertemu Oliver Neuville, asisten pelatih Borussia Mรถnchengladbach, yang golnya ke gawang Polandia pada 2006 menjadi momen pertamanya merasakan Piala Dunia. "Saya harus menjabat tangannya setelah pertandingan. Golnya ke gawang Polandia adalah semacam pengalaman pertama saya dengan Piala Dunia. Saat itu, saya merasa seperti anak kecil yang bersorak di depan TV," kenang Schlotterbeck.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Jerman memanfaatkan momentum kebersamaan ini untuk melaju jauh, atau justru kembali terpuruk seperti di Qatar? Jawabannya akan mulai terlihat saat mereka menghadapi lawan pertama di Grup D.


