Gol Algazani Bawa Indonesia U-19 Kalahkan Kamboja di Perebutan Peringkat Tiga Piala AFF
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia U-19 menang 1-0 atas Kamboja dalam laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara.
- Gol semata wayang dicetak oleh bek pengganti Algazani Dwi Sugandi pada menit ke-62, menjadi penentu kemenangan setelah semifinal yang mengecewakan.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Garuda Muda menjelang kejuaraan berikutnya, meski masih ada pekerjaan rumah di lini depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7549059/original/025840900_1780324910-HJvBX9BbsAAoHOB.jpg)
Timnas Indonesia U-19 memastikan diri finis di peringkat ketiga Piala AFF U-19 2026 setelah menundukkan Kamboja dengan skor tipis 1-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026). Gol tunggal yang lahir di babak kedua menjadi penentu kemenangan Garuda Muda di hadapan pendukungnya sendiri.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu baru menemukan momentumnya pada menit ke-62. Berawal dari skema sepak pojok, sundulan bek pengganti Algazani Dwi Sugandi berhasil menjebol gawang Kamboja. Gol tersebut menjadi satu-satunya dalam laga yang sempat berjalan alot, terutama di babak pertama saat Indonesia mendominasi penguasaan bola namun gagal memanfaatkan peluang. Salah satu kans terbaik datang dari Nazriel Alvaro yang sontekannya masih membentur mistar pada menit ke-39.
Pelatih Nova Arianto melakukan sejumlah perubahan taktik di babak kedua, termasuk memasukkan Arkhan Kaka yang langsung meningkatkan daya gedor. Namun, Kamboja nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui peluang satu lawan satu yang berhasil digagalkan oleh kiper Dafa Algasemi. Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga.
Kemenangan ini menjadi hiburan setelah Indonesia gagal melaju ke final usai dikalahkan Australia di semifinal. Meski demikian, pencapaian ini patut diapresiasi mengingat turnamen tahun ini diikuti oleh tim-tim kuat Asia Tenggara. Nova Arianto sebelumnya menekankan pentingnya menjaga mentalitas juara meski timnya datang sebagai juara bertahan edisi 2025.
Dari segi strategi, keputusan Nova Arianto menurunkan Baker bersaudara sejak awal cukup mengejutkan. Mathew Baker yang berposisi sebagai bek tengah tampil solid, sementara Timothy Baker mengisi lini tengah. Kombinasi ini diharapkan bisa menjadi fondasi jangka panjang bagi timnas U-19. Namun, masalah penyelesaian akhir masih menjadi catatan serius, terutama di babak pertama saat Indonesia kesulitan membongkar pertahanan rapat Kamboja.
Bagi sepak bola Indonesia, hasil ini menjadi angin segar setelah kegagalan di semifinal. Piala AFF U-19 2026 menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda seperti Algazani, Arkhan Kaka, dan Evandra Florasta yang mulai menunjukkan potensi. Turnamen ini juga menjadi tolok ukur kesiapan Indonesia dalam menghadapi kompetisi regional ke depan.
Ke depan, Timnas Indonesia U-19 perlu segera berbenah, terutama dalam hal efektivitas serangan. Jika mampu mempertajam lini depan, bukan tidak mungkin Garuda Muda bisa kembali bersaing di puncak pada edisi mendatang. Pertanyaan besarnya, apakah Nova Arianto akan mempertahankan skema yang sama atau melakukan evaluasi total?



