Arsenal Incar Winger Yunani Rp 75 M: Tzolis Jadi Alternatif Murah di Bawah Bayang-Bayang Martinelli
Baca dalam 60 detik
- Arsenal serius mempertimbangkan Christos Tzolis dari Club Brugge setelah sang pemain mencetak 22 gol dan 29 assist musim lalu.
- Direktur olahraga Andrea Berta memantau langsung performa Tzolis, dan Mikel Arteta dikabarkan menyetujui potensi transfer senilai £35 juta.
- Kehadiran Tzolis bisa menjadi solusi ekonomis jika Arsenal harus melepas Gabriel Martinelli atau Leandro Trossard di bursa musim panas.

Arsenal kembali menggeliat di bursa transfer musim panas. Setelah santer dikaitkan dengan Morgan Rogers dan Nico Williams, The Gunners kini mengarahkan radar ke Liga Belgia: Christos Tzolis, winger Timnas Yunani yang musim lalu menjadi mesin gol Club Brugge.
Menurut laporan jurnalis BBC Sami Mokbel, manajemen Arsenal sudah menerima tawaran dari agen Tzolis dan tengah mengkaji nilai transfer sekitar £35 juta (sekitar Rp 750 miliar). Yang menarik, langkah ini bukan sekadar isu pasar—asisten direktur olahraga Maurizio Micheli disebut telah menyaksikan langsung aksi Tzolis saat Yunani menghadapi Swedia pekan lalu. Dukungan Mikel Arteta pun dikabarkan sudah didapat.
Keputusan Arsenal membidik pemain berusia 24 tahun itu tidak lepas dari situasi internal. Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard disebut-sebut masuk daftar jual, sehingga lini serang perlu diisi kembali. Tzolis, yang bisa bermain di kedua sisi sayap maupun sebagai penyerang tengah, menawarkan fleksibilitas yang sangat dihargai Arteta. Catatan 22 gol dan 29 assist dalam 52 penampilan di semua kompetisi musim lalu menjadi bukti produktivitasnya.
Bagi Arsenal, angka £35 juta terbilang lebih ekonomis dibandingkan target-target lain. Nico Williams misalnya, memiliki klausul rilis yang diperkirakan di atas £50 juta, sementara Morgan Rogers dihargai Aston Villa tidak kurang dari £40 juta. Dengan anggaran yang mungkin harus dibagi untuk memperkuat posisi lain, Tzolis bisa menjadi opsi yang cerdas secara finansial.
Namun, keputusan akhir belum diambil. Arsenal masih terus memantau beberapa nama, dan persaingan di lini depan The Gunners musim depan akan bergantung pada siapa yang bertahan dan siapa yang pergi. Jika Martinelli atau Trossard hengkang, Tzolis bukan sekadar pelapis—ia bisa langsung bersaing menjadi starter.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana klub elite mulai melirik pemain dari liga-liga non-top Eropa sebagai solusi nilai tambah. Dengan potensi pasar Asia Tenggara yang terus tumbuh, pemain seperti Tzolis—yang masih muda, produktif, dan relatif murah—bisa menjadi tren baru dalam rekrutmen klub-klub Premier League.
Pertanyaan besarnya: akankah Arsenal benar-benar merealisasikan transfer ini, atau Tzolis hanya akan menjadi umpan untuk menekan harga target utama? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjawab arah kebijakan belanja The Gunners di bawah kendali Andrea Berta.



