Leeds Incar Nick Pope, Rekrutan Berisiko yang Bisa Jadi Berkah
Baca dalam 60 detik
- Leeds United disebut sebagai favorit untuk merekrut kiper Newcastle Nick Pope di bursa transfer musim panas, dengan banderol sekitar ยฃ5 juta.
- Kiper 34 tahun itu mengalami musim buruk di Premier League, melakukan banyak kesalahan dan kebobolan lebih banyak dari ekspektasi, mirip dengan situasi Dominic Calvert-Lewin sebelum bergabung dengan Leeds.
- Jika berhasil direvitalisasi oleh Daniel Farke, Pope bisa menjadi rekrutan bernilai tinggi seperti Calvert-Lewin yang mencetak 14 gol musim ini.

Leeds United kembali membidik pemain yang tengah mengalami penurunan performa. Setelah sukses memulihkan karier Dominic Calvert-Lewin, klub Divisi Championship itu kini dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk mendatangkan kiper timnas Inggris, Nick Pope, dari Newcastle United.
Mantan CEO Everton, Keith Wyness, mengungkapkan kepada Football Insider bahwa Leeds menjadi favorit untuk merekrut Pope. Menurutnya, Leeds kemungkinan harus melepas kiper Illan Meslier dengan nilai sekitar ยฃ10-12 juta untuk mendanai transfer ini. โAda minat dari Ipswich, tapi saya perkirakan Pope akan berakhir di Leeds,โ ujar Wyness.
Pope, 34 tahun, baru saja melewatkan peluang tampil di Piala Dunia 2026 setelah tidak masuk dalam skuad Thomas Tuchel. Ia kalah bersaing dengan Jordan Pickford, James Trafford, dan Dean Henderson. Musim ini, statistiknya kurang meyakinkan: hanya dua kiper Premier League yang membuat lebih banyak kesalahan langsung berujung gol (Robin Roefs dan Bart Verbruggen dengan empat kesalahan), sementara Pope juga melakukan dua kesalahan lain yang tak dihukum. Ia kebobolan 3,50 gol lebih banyak dari ekspektasi berdasarkan xG lawan.
Namun, seperti halnya Calvert-Lewin yang tampil buruk di Everton sebelum bersinar di Leeds, Pope dinilai masih memiliki kualitas. Sepanjang karier Premier League bersama Newcastle dan Burnley, ia mencatat 82 clean sheet dalam 248 penampilan. Pada musim 2023/24, ia bahkan mencegah 1,50 gol di atas ekspektasi. Pep Guardiola pernah menyebutnya โluar biasaโ.
Pola yang sama kini coba diterapkan Leeds. Calvert-Lewin datang dengan status free transfer setelah musim 2024/25 yang mengecewakan (3 gol dari 6,75 xG), lalu bangkit menjadi 14 gol di bawah asuhan Daniel Farke. Pope, yang juga pemain timnas Inggris dengan 10 caps, diharapkan bisa mengikuti jejak serupa. Farke dikenal mampu memulihkan performa pemain yang sedang terpuruk, dan Pope bisa menjadi proyek berikutnya.
Bagi Leeds, merekrut Pope bukan tanpa risiko. Usianya yang 34 tahun dan performa inkonsisten menjadi catatan. Namun, dengan harga murah dan pengalaman melimpah, langkah ini bisa menjadi keuntungan besar jika Pope kembali ke performa terbaiknya. Pertanyaannya, akankah Leeds berani mengambil risiko kedua kalinya?



