Buron Australia Bersembunyi di Toilet Jet Pribadi di Bali, Digagalkan Imigrasi
Baca dalam 60 detik
- Seorang buron asal Australia yang masuk daftar pencarian Interpol ditangkap di Bandara Ngurah Rai Bali saat bersembunyi di toilet jet pribadi.
- Pelaku menggunakan paspor Brasil palsu dan hendak terbang ke Mozambik bersama tiga penumpang lain sebelum digagalkan petugas imigrasi.
- Penangkapan ini menegaskan komitmen Indonesia memberantas Bali sebagai tempat persembunyian pelaku kejahatan internasional.

Petugas Imigrasi Indonesia menggagalkan upaya pelarian seorang buron asal Australia yang bersembunyi di dalam toilet jet pribadi di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Sabtu pekan lalu. Pria berusia 55 tahun itu diketahui merupakan anggota geng motor yang masuk daftar pencarian Interpol dan diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba skala besar.
Kecurigaan petugas muncul saat pemeriksaan dokumen perjalanan. Pelaku menggunakan paspor Brasil yang tidak memiliki catatan masuk ke Indonesia atau izin tinggal yang sah. Saat itu, ia bersama tiga penumpang asing lainnya dan tiga kru siap lepas landas menuju Maputo, Mozambik. Pilot yang telah berada di landasan pacu diperintahkan kembali ke terminal VIP untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penggeledahan, petugas menemukan tiga penumpang di kabin utama, sementara pelaku bersembunyi di dalam toilet. Kepala Kantor Imigrasi Bali, Barron Ichsan, dalam pernyataan resmi Kamis lalu membenarkan penangkapan tersebut. βKami tidak akan membiarkan Bali menjadi sarang pelarian penjahat internasional,β tegasnya.
Media Australia mengidentifikasi pelaku sebagai Angelo Pandeli, tokoh penting dalam geng motor yang terkait dengan perdagangan narkoba. Kepolisian Federal Australia (AFP) menyebut Pandeli diduga terlibat dalam serangkaian operasi penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Ia telah masuk dalam daftar buronan Interpol dan diduga menggunakan paspor Brasil milik orang lain untuk menghindari penangkapan.
Penangkapan ini menjadi yang kedua dalam waktu dekat di Bali. Pada April lalu, seorang buronan asal Skotlandia yang dicari Spanyol atas kasus narkoba dan pencucian uang juga ditangkap di bandara yang sama saat tiba di pulau tersebut. Langkah tegas imigrasi Indonesia menunjukkan komitmen untuk menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata yang aman, bukan tempat persembunyian pelaku kejahatan lintas negara.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat di pintu masuk internasional, terutama di bandara-bandara besar seperti Ngurah Rai. Ke depannya, koordinasi dengan Interpol dan kepolisian negara lain perlu diperkuat untuk mencegah modus serupa. Pertanyaannya, apakah Indonesia sudah cukup siap menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang semakin canggih?



