Polres Bogor Bagi 500 Kg Sayur Gratis di Bhayangkara Fest, Padukan Layanan Publik dan Gizi Keluarga
Baca dalam 60 detik
- Polres Bogor mengawali rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 dengan Bhayangkara Fest di Car Free Day Cibinong, membagikan 500 kg sayuran segar dari petani lokal.
- Program 'Sayur Berkah' tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi bagi petani sekitar melalui kemitraan langsung.
- Festival ini menyediakan layanan SIM keliling, SKCK, dan konsultasi hukum gratis, menandai pergeseran pendekatan kepolisian menuju pelayanan publik yang lebih inklusif.
Sebanyak 500 kilogram sayuran segar habis dibagikan dalam hitungan jam saat Polres Bogor membuka Bhayangkara Fest di kawasan Car Free Day Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Minggu (15/6). Gelaran yang menjadi puncak sambutan Hari Bhayangkara ke-80 itu tak hanya menyedot perhatian ribuan warga yang antre sejak pagi, tetapi juga menandai perubahan strategi kepolisian dalam mendekatkan diri ke publik: dari simbol otoritas menjadi mitra kesejahteraan.
Program unggulan bertajuk "Sayur Berkah" menjadi magnet utama. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan seluruh sayuran dipasok langsung dari petani lokal di Kabupaten Bogor. Langkah ini, menurutnya, dirancang untuk menjawab dua persoalan sekaligus: kebutuhan gizi keluarga dan stabilitas harga komoditas di tingkat petani. "Ini bentuk kedekatan kami dengan masyarakat, sekaligus upaya kecil Polri untuk menyokong pemenuhan gizi sehat," ujar Wikha dalam sambutannya.
Antusiasme warga, khususnya ibu-ibu, begitu tinggi. Setelah senam pagi bersama, stan pembagian sayur langsung dipadati. Dalam waktu singkat, seluruh stok ludes. Seorang warga, Siti Nurjanah, mengaku baru pertama kali melihat polisi membagikan bahan pangan segar secara gratis. "Biasanya hanya razia atau tilang, sekarang malah bagi-bagi sayur. Ini sangat membantu," katanya.
Bhayangkara Fest tidak berhenti pada bagi-bagi sayur. Polres Bogor juga menghadirkan layanan publik yang biasanya hanya tersedia di kantor polisi. Warga bisa mengurus SIM keliling, membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), hingga berkonsultasi hukum dengan tim dari Satreskrim, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan Satnarkoba. Semua gratis tanpa dipungut biaya tambahan.
Suasana semakin semarak dengan hiburan musik dan pameran bertema Retro Police yang memajang koleksi seragam dan kendaraan dinas lawas. Pameran ini menarik minat anak muda dan keluarga yang penasaran dengan sejarah kepolisian. Kapolres Bogor menegaskan kegiatan ini akan berlangsung beberapa pekan ke depan secara bergilir di berbagai titik. "Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan, tetapi juga kegiatan yang memberikan manfaat langsung," tegas Wikha.
Di tengah tren penurunan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di beberapa daerah, langkah Polres Bogor ini bisa dibaca sebagai upaya membangun ulang legitimasi melalui pendekatan pelayanan. Program "Sayur Berkah" misalnya, tidak hanya bersifat karitatif tetapi juga memiliki dampak ekonomiโpetani lokal mendapatkan kepastian penjualan tanpa perantara. Model kolaborasi seperti ini jarang terlihat dalam agenda kepolisian konvensional.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah inisiatif serupa akan diadopsi oleh polres lain di Indonesia? Jika ya, bukan tidak mungkin Hari Bhayangkara ke depan tidak lagi identik dengan upacara dan parade, melainkan dengan pasar murah dan layanan publik keliling. Bagi warga Bogor, setidaknya, polisi kini tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga saat mereka membutuhkan sayur segar.



