Derbi DIY Kembali Bergema: PSIM vs PSS Siap Warnai Super League 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman promosi ke Super League musim depan, memastikan duel Derbi DIY melawan PSIM Yogyakarta kembali tersaji.
- Manajemen PSIM berharap laga derbi dapat digelar dengan penonton demi pemasukan tiket, namun tetap menghormati aspek keamanan.
- Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman berkoordinasi untuk mengamankan izin pertandingan dengan kapasitas penuh.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257451/original/041449600_1781242921-ChatGPT_Image_Jun_12__2026__12_39_54_PM.jpg)
Persaingan Super League musim 2026/2027 dipastikan kian panas setelah PSS Sleman memastikan promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia. Kepastian tersebut membuka kembali lembaran baru Derbi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mempertemukan PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman, sebuah laga yang dinanti pecinta sepak bola di wilayah tersebut.
PSS Sleman naik kelas setelah mengakhiri Pegadaian Championship 2025/2026 sebagai runner-up. Keberhasilan Super Elja ini sekaligus mengakhiri dominasi PSIM sebagai satu-satunya wakil DIY di Super League pada musim 2025/2026. Kini, dua klub kebanggaan Yogyakarta dan Sleman akan saling sikut di panggung tertinggi sepak bola nasional.
Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, menyambut positif kembalinya rivalitas ini. Menurutnya, kehadiran PSS akan menambah daya tarik kompetisi. Namun, ia juga menyoroti aspek komersial yang tak kalah penting. "Harapannya sih bisa tetap dengan penonton ya, karena tiket merupakan salah satu sumber revenue bagi klub," ujarnya. Meski demikian, Liana menegaskan bahwa pihaknya akan mematuhi kebijakan kepolisian terkait izin keamanan.
Liana juga berharap suporter kedua klub dapat menunjukkan kedewasaan jika pertandingan digelar dengan penonton. "Karena perilaku oknum segelintir bisa merusak kebaikan klub yang begitu besar," katanya. Ia menekankan bahwa klub besar tidak hanya bergantung pada manajemen atau pemerintah, tetapi juga dukungan dari akar rumput.
Di sisi lain, pemerintah daerah setempat turut mendorong agar laga derbi dapat disaksikan langsung oleh penonton. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Bupati Sleman untuk memastikan keamanan dan kenyamanan. "Derbi tanpa penonton tidak seru, seperti latihan. PSS juga perlu pemasukan," timpal Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang berharap polres tidak ragu mengeluarkan izin dengan kapasitas penuh.
I.League selaku operator kompetisi telah merilis kalender resmi musim 2026/2027, dengan Super League dijadwalkan bergulir mulai 4 September mendatang. Derbi DIY diprediksi akan menjadi salah satu laga yang paling dinantikan, tidak hanya oleh warga DIY, tetapi juga penggemar sepak bola nasional. Pertanyaannya, mampukah rivalitas ini berjalan sportif dan mendatangkan berkah bagi kedua klub?



