Torino Resmi Tunjuk Ignazio Abate sebagai Pelatih Kepala hingga 2028
Baca dalam 60 detik
- Torino mengikat Ignazio Abate dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2028, efektif mulai musim depan.
- Abate, mantan bek Milan, membawa pengalaman dari Serie B bersama Juve Stabia yang nyaris promosi.
- Keputusan ini mengakhiri perburuan Torino terhadap Alberto Aquilani yang memilih bergabung dengan Sassuolo.

Torino secara resmi menunjuk Ignazio Abate sebagai pelatih kepala baru, mengikat mantan bek AC Milan itu dengan kontrak hingga Juni 2028. Langkah ini diumumkan langsung oleh klub Serie A tersebut pada Jumat (26/6) waktu setempat, menandai awal era baru di kursi kepelatihan I Granata.
Dalam pernyataan resminya, Torino mengonfirmasi bahwa Abate akan mulai menangani tim utama pada 1 Juli 2026. Kontrak berdurasi dua tahun itu menunjukkan kepercayaan penuh klub terhadap kemampuan Abate, yang sebelumnya sukses membesut Juve Stabia di Serie B musim 2025-26. Bersama tim asal Campania itu, Abate berhasil membawa mereka lolos ke semifinal play-off promosi, meski akhirnya tersingkir oleh Monza yang kemudian promosi ke Serie A.
Bagi Abate, ini adalah kesempatan pertamanya menangani klub papan atas Italia. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai bek kanan tangguh yang membela sejumlah klub, termasuk Milan, Napoli, Empoli, dan Torino sendiri. Bersama Torino, ia pernah bermain pada musim 2008-09, mencatatkan 27 penampilan dan dua gol di semua kompetisi. Pengalaman itu diyakini menjadi modal berharga untuk memahami kultur dan ambisi klub.
Keputusan Torino menunjuk Abate tidak terlepas dari kegagalan mereka mendapatkan Alberto Aquilani. Mantan gelandang Roma dan Liverpool itu sempat menjadi target utama, namun ia akhirnya memilih bergabung dengan Sassuolo untuk menggantikan Fabio Grosso. Aquilani sendiri resmi diumumkan sebagai pelatih baru Sassuolo pada hari yang sama, Jumat (26/6).
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Torino merekrut Abate dinilai sebagai investasi jangka panjang. Abate dianggap memiliki visi permainan modern dan kemampuan mengembangkan pemain muda, sesuatu yang dibutuhkan Torino untuk bersaing di papan tengah Serie A. Namun, tantangan besar menanti: membawa Torino kembali ke panggung Eropa, target yang belum tercapai dalam beberapa musim terakhir.
Di Indonesia, berita ini mungkin tidak sepopuler kepindahan pemain bintang, namun menarik bagi penggemar Serie A yang mengikuti perkembangan taktik dan regenerasi pelatih. Abate, yang pernah menjadi bagian dari era keemasan Milan, kini diuji untuk membangun reputasi sebagai pelatih. Pertanyaannya, mampukah ia mengulang kesuksesan sebagai pemain di kursi kepelatihan? Atau justru akan menjadi salah satu dari sekian banyak mantan pemain yang gagal beradaptasi?



