Amorim Sepakat Tangani AC Milan, Tinggalkan Kenangan Buruk di Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Ruben Amorim menyetujui kontrak dua tahun sebagai pelatih AC Milan, menggantikan Massimiliano Allegri yang dipecat.
- Pelatih asal Portugal itu rela melepas sisa gaji dari Manchester United demi mempercepat kepindahannya ke San Siro.
- Karier Amorim sempat moncer di Sporting Lisbon sebelum gagal total di Old Trafford dengan rekor 24 menang dari 63 laga.

Ruben Amorim akhirnya menemukan pelabuhan baru. Pelatih asal Portugal itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan AC Milan untuk mengisi kursi pelatih kepala yang ditinggalkan Massimiliano Allegri. Meski kontrak belum ditandatangani, Amorim dijadwalkan terbang ke Milan dalam pekan ini untuk merampungkan perjanjian dua tahun.
Keputusan Amorim bergabung dengan Rossoneri menjadi babak baru setelah masa kelamnya di Manchester United. Pelatih berusia 41 tahun itu dipecat pada Januari lalu setelah hanya meraih 24 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi—catatan yang membuatnya menjadi salah satu pelatih dengan tingkat kegagalan tertinggi di era Premier League modern. United bahkan harus merogoh kocek hingga 15,9 juta poundsterling untuk membayar kompensasi pemutusan kontrak Amorim dan stafnya.
Menariknya, Amorim disebut bersedia mengorbankan sisa gaji yang masih menjadi haknya dari Manchester United. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmennya untuk memulai karier baru tanpa beban finansial. Di sisi lain, langkah ini juga meringankan beban keuangan United yang harus melaporkan dampak pemecatan tersebut dalam laporan keuangan musim gugur mendatang.
AC Milan sendiri tengah dalam masa transisi setelah Allegri dipecat akibat performa buruk di akhir musim yang membuat klub gagal lolos ke Liga Champions. Kedatangan Amorim diharapkan mampu mengembalikan kejayaan klub yang terakhir kali menjuarai Serie A pada 2022. Namun, tantangan besar menanti: membangun kembali kepercayaan diri tim yang sempat kehilangan arah.
Sebelum kegagalannya di Inggris, Amorim adalah salah satu pelatih muda paling bersinar di Eropa. Ia mengakhiri puasa gelar liga Sporting Lisbon selama 19 tahun pada musim 2020-21, lalu mengulanginya pada 2023-24. Prestasi itulah yang membuat Manchester United tergoda merekrutnya pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag, meskipun Amorim sempat meminta penundaan hingga akhir musim.
Kepindahan Amorim ke Milan juga menepis spekulasi yang mengaitkannya dengan Benfica, klub masa kecilnya. Sumber terdekat menyebut ia tidak tertarik menggantikan Jose Mourinho yang hengkang ke Real Madrid. Alhasil, kursi pelatih Benfica kini diisi Marco Silva, mantan bos Fulham.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Amorim menarik dicermati. AC Milan memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan kesuksesan pelatih asal Portugal ini bisa menjadi inspirasi bagi pelatih lokal yang ingin meniti karier di Eropa. Namun, kegagalannya di United juga menjadi pengingat bahwa adaptasi di klub besar tidak selalu mulus.
Laga pramusim kontra Celtic pada 25 Juli akan menjadi ujian perdana Amorim. Ironisnya, Milan akan menutup pramusim dengan menghadapi Manchester United di Wroclaw pada 15 Agustus—sebuah pertemuan yang pasti sarat emosi. Mampukah Amorim membalikkan narasi dan membuktikan bahwa kegagalan di Old Trafford hanyalah sebuah babak, bukan akhir dari segalanya?



