Polres PPU Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Nipah-Nipah untuk Cegah Abrasi
Baca dalam 60 detik
- Polres Penajam Paser Utara menanam seribu bibit mangrove di Pantai Nipah-Nipah sebagai upaya mitigasi abrasi dan pelestarian ekosistem pesisir.
- Kegiatan yang diikuti 200 peserta ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, menunjukkan komitmen Polri pada lingkungan.
- Penanaman mangrove diharapkan menjadi benteng alami jangka panjang yang melindungi kawasan pesisir dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257700/original/095555800_1781252258-Tanam_Mangrove.jpeg)
Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) menanam seribu bibit mangrove di Pantai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026). Langkah ini ditujukan untuk menahan laju abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang kian terancam.
Aksi penanaman itu melibatkan sekitar 200 peserta yang berjalan menyusuri lumpur dan genangan air laut untuk menancapkan bibit bakau satu per satu. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80, yang tidak hanya berfokus pada pelayanan keamanan tetapi juga aksi sosial dan lingkungan.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menekankan bahwa pohon bakau memiliki fungsi vital sebagai penahan gelombang dan abrasi, sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. "Menanam adalah langkah awal, menjaga dan merawat adalah tanggung jawab bersama agar mangrove yang ditanam hari ini menjadi warisan hijau bermanfaat bagi generasi mendatang," ujarnya.
Bagi Indonesia, upaya rehabilitasi mangrove seperti ini memiliki arti strategis. Negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia ini menghadapi ancaman abrasi yang serius, terutama di kawasan pesisir yang padat penduduk. Penanaman mangrove tidak hanya melindungi infrastruktur dan pemukiman, tetapi juga mendukung sektor perikanan dan pariwisata yang bergantung pada ekosistem pesisir yang sehat.
Andreas menyebut penanaman mangrove sebagai investasi jangka panjang. "Agar anak cucu tetap dapat menikmati lingkungan yang sehat dan pesisir yang terjaga," katanya. Ia juga menegaskan komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga kelestarian alam. Ke depan, perawatan bibit yang ditanam menjadi tantangan utama agar manfaatnya berkelanjutan.
Dengan momentum Hari Bhayangkara, Polres PPU berharap aksi ini dapat menginspirasi masyarakat dan institusi lain untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan. Pertanyaannya, akankah langkah serupa diikuti oleh daerah pesisir lain di Indonesia yang juga rentan abrasi?



