Pesta Rakyat Kanada: Alanis Morissette dan Michael Bublé Meriahkan Pembukaan Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kanada resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 dengan upacara pembukaan yang menampilkan musisi lokal seperti Alanis Morissette dan Michael Bublé.
- Turnamen edisi terbesar ini diikuti 48 negara, digelar di tiga negara (Kanada, AS, Meksiko), dengan pertandingan pertama Kanada vs Bosnia.
- Presiden Meksiko memboikot acara pembukaan sebagai protes harga tiket, sementara Presiden AS dan PM Kanada juga absen karena agenda lain.

Kanada akhirnya menikmati sorotan Piala Dunia 2026 setelah upacara pembukaan yang meriah di Toronto Stadium, Jumat (12/6), menampilkan deretan musisi papan atas seperti Alanis Morissette dan Michael Bublé. Ribuan penggemar berbaju merah memadati stadion, menyanyikan lagu kebangsaan O Canada secara spontan sebelum pertandingan perdana melawan Bosnia dan Herzegovina.
Pesta sepak bola terbesar sepanjang sejarah ini digelar di tiga negara—Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko—dengan 48 tim peserta, menjadikannya edisi paling masif sejak turnamen dimulai. Sehari sebelumnya, Meksiko telah menggelar seremoni pembukaan di Mexico City yang dimeriahkan oleh Shakira dan Burna Boy. Sementara itu, pertandingan AS melawan Paraguay di Los Angeles akan diisi oleh Katy Perry dan Future.
Suasana kebanggaan terpancar dari para pendukung tuan rumah. Peter Giacobbe, warga Toronto yang akan menyaksikan laga di dua kota, mengatakan momen ini sudah lama dinanti. "Kami sadar pagi ini bahwa ini adalah sejarah Kanada bersama," ujar temannya, Robert McIntosh. Di sisi lain, pendukung Bosnia yang datang langsung dari tanah air maupun diaspora seperti Layla Mesic—yang mengenakan kostum Bosnia di samping ibunya berbaju Kanada—merasa bangga bisa menyaksikan timnya berlaga di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014. "Biayanya mahal, tapi ini pengalaman sekali seumur hidup," kata Mesic.
Upacara pembukaan Kanada tidak hanya menampilkan Morissette yang membawakan lagu kebangsaan, tetapi juga Bublé yang memimpin paduan suara membawakan lagu klasik Sam Cooke, "Bring It on Home to Me". Penampil lain termasuk Alessia Cara, Elyanna, Jessie Reyes, Nora Fatehi, dan William Prince—seorang seniman pribumi dari Manitoba. Panitia menyatakan daftar artis terinspirasi oleh keragaman komunitas Kanada. Sebelum pertandingan, pembawa acara meminta penonton memberikan tepuk tangan untuk perdamaian.
Meski gemerlap artis menghiasi tribun, sejumlah kepala negara justru absen. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney tidak hadir; Carney sedang dalam kunjungan kerja ke Prancis menjelang KTT G7. Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mewakili di LA. Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memboikot pertandingan pembukaan negaranya pada Kamis sebagai protes terhadap harga tiket yang dinilai terlalu tinggi. FIFA sendiri telah menyiapkan pertunjukan megah untuk upacara penutupan 19 Juli di MetLife Stadium, New Jersey, termasuk konser pertama di babak final yang menampilkan Chris Martin, Madonna, dan Shakira.
Bagi Indonesia, Piala Dunia 2026 menjadi ajang untuk mengamati bagaimana negara besar mengelola turnamen multinegara dengan keragaman budaya. Meski Timnas Indonesia belum lolos, antusiasme global ini bisa menjadi momentum bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal penyelenggaraan event berskala besar. Pertanyaannya, apakah Indonesia siap suatu hari nanti menjadi tuan rumah bersama negara tetangga?



