Marco Silva Resmi Tangani Benfica: Tantangan Baru di Liga Portugal
Baca dalam 60 detik
- Marco Silva resmi menjadi pelatih kepala Benfica dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan.
- Keberhasilan Silva membawa Fulham promosi dan finis 11 di Premier League menjadi modal utama.
- Benfica yang finis ketiga di Liga Portugal musim lalu berharap Silva bisa mengembalikan kejayaan klub.
Marco Silva, pelatih asal Portugal yang baru saja meninggalkan Fulham setelah lima musim, resmi menangani Benfica dengan kontrak dua tahun dan opsi perpanjangan satu musim. Keputusan ini diumumkan langsung oleh klub raksasa Liga Portugal pada Jumat lalu, menandai babak baru bagi Silva yang kembali ke tanah air setelah sukses di Inggris.
Silva meninggalkan Fulham setelah membawa tim promosi ke Premier League dan finis di peringkat 11 pada musim 2025/2026. Prestasi itu dianggap sebagai pencapaian gemilang mengingat Fulham kerap berjuang di papan bawah. Kini, ia dihadapkan pada tantangan membesut Benfica yang musim lalu hanya mampu duduk di posisi ketiga di bawah arahan Jose Mourinho. Mourinho sendiri hengkang untuk menangani Real Madrid, meninggalkan warisan yang tidak mudah diteruskan.
Kembalinya Silva ke Portugal menjadi sorotan karena ia dianggap sebagai salah satu pelatih muda berbakat yang lahir dari kompetisi domestik. Sebelum merantau ke Inggris, Silva pernah menangani Estoril, Sporting CP, dan Olympiacos. Pengalamannya di Premier League, khususnya dalam membangun tim yang solid meski dengan sumber daya terbatas, diyakini bisa menjadi aset berharga bagi Benfica yang tengah berusaha mengejar ketertinggalan dari Porto dan Sporting.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk diikuti karena Benfica memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Banyak pemain Brasil dan Portugal yang pernah membela Benfica juga dikenal luas di Indonesia. Selain itu, kesuksesan Silva bisa membuka peluang bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, untuk bergabung dengan klub raksasa Portugal tersebut di masa depan.
Analis sepak bola menilai bahwa tantangan terbesar Silva adalah membangun kembali mentalitas juara di Benfica. Klub ini terakhir kali menjuarai Liga Portugal pada musim 2022/2023, dan sejak itu performa mereka inkonsisten. Silva diharapkan bisa menerapkan gaya permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya, namun tetap disiplin secara taktis. Pertanyaan besarnya, akankah Silva mampu bersaing dengan Porto dan Sporting yang kini lebih dominan?



