Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia: Maladini dan Leonardo Mundur
Baca dalam 60 detik
- FIGC akan langsung menunjuk Mancini sebagai pelatih baru tanpa melalui jalur direktur teknis.
- Mancini pernah membawa Italia juara Euro 2020, lalu mundur karena konflik internal.
- Giorgio Chiellini disebut-sebut sebagai calon direktur teknis Club Italia.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan segera menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih anyar tim nasional. Keputusan ini diambil setelah Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari jabatan direktur teknis dan penasihat, membuka jalan bagi Mancini untuk kembali menukangi Gli Azzurri.
Presiden FIGC Giovanni Malagò sebelumnya merancang struktur baru bernama Club Italia dengan satu direktur teknis yang bertugas memilih pelatih dan mengawasi pembinaan usia muda. Namun, upaya mereka mendekati Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, dan Andrea Pirlo gagal total, membuat Maldini dan Leonardo memilih mundur. Alih-alih mencari direktur teknis terlebih dulu, Malagò memutuskan untuk langsung menentukan pelatih kepala.
Pilihan utama jatuh pada Mancini, yang menangani Italia sejak 2018 hingga Agustus 2023. Pria 60 tahun itu sukses membawa Italia juara Piala Eropa 2020, namun hubungannya dengan pimpinan federasi kala itu memburuk. Ia mengundurkan diri secara mendadak untuk menerima tawaran lebih menggiurkan sebagai pelatih Arab Saudi, tetapi kontraknya hanya bertahan hingga Oktober 2024. Terakhir, Mancini menangani Al-Sadd di Qatar hingga bulan lalu.
Untuk mengisi pos direktur teknis, Malagò disebut-sebut mengincar mantan kapten Italia dan sekarang direktur Juventus, Giorgio Chiellini. Jika proses ini berjalan mulus, Chiellini dan Mancini akan bekerja sama membangun kembali timnas Italia yang tengah mencari identitas pasca-kejayaan Euro 2020.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisruh kepelatihan Italia menyajikan pelajaran berharga tentang pentingnya stabilitas organisasi. PSSI pun kerap menghadapi dinamika serupa dalam menentukan pelatih timnas, termasuk upaya mendatangkan pelatih asing yang berujung pada konflik internal. Keputusan FIGC untuk mengembalikan Mancini bisa menjadi studi kasus soal keberanian federasi dalam mengambil keputusan pragmatis demi hasil jangka pendek dan panjang.
“FIGC memilih jalan pintas dengan menunjuk langsung Mancini. Ini langkah berisiko, namun juga bisa mengembalikan kepercayaan publik,” ujar analis sepak bola Italia, Luca Bianchi, dalam kolomnya di Gazzetta dello Sport.
Ke depan, tantangan utama Mancini adalah memoles skuad Italia yang mulai menua dan minim regenerasi. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 masih membekas, dan publik menanti apakah Mancini mampu membawa Italia kembali ke panggung elite. Satu hal yang jelas: FIGC lebih memilih sosok yang sudah terbukti daripada memulai dari awal.



