Deniz Undav: Dari Liga Empat Jerman ke Panggung Piala Dunia, Senjata Baru Die Mannschaft
Baca dalam 60 detik
- Penyerang VfB Stuttgart, Deniz Undav, menjadi pemain Jerman dengan gol terbanyak di liga top Eropa musim 2025/26, mengoleksi 19 gol Bundesliga.
- Undav baru debut timnas Jerman di usia 27 tahun, namun kini telah mencetak 7 gol dan 4 assist dalam 10 caps, termasuk kontribusi gemilang di Piala Dunia 2026.
- Fleksibilitasnya sebagai ujung tombak atau second striker memberi Jerman opsi serangan tambahan di turnamen global.

Deniz Undav, penyerang VfB Stuttgart, menjelma sebagai salah satu pemain paling produktif di Bundesliga musim lalu. Pemain berusia 29 tahun itu mengakhiri musim 2025/26 dengan 19 gol di liga, hanya kalah dari Harry Kane, dan menjadi pencetak gol terbanyak di antara pemain Jerman yang bermain di divisi pertama mana pun di dunia. Kini, ia menjadi andalan baru Timnas Jerman di Piala Dunia 2026.
Perjalanan Undav menuju puncak tidaklah instan. Sepuluh tahun lalu, ia masih bermain di kasta keempat Jerman. Kariernya melejit setelah pindah ke Brighton & Hove Albion dan Union Saint-Gilloise, sebelum akhirnya bergabung dengan Stuttgart. Musim lalu, meski sempat terhambat cedera lutut di awal musim, ia tampil dalam 29 pertandingan Bundesliga dan mencatatkan 121 percobaan tembakan—terbanyak di liga. Kontribusinya tidak hanya gol: ia juga memberikan enam assist, serta tiga gol di Liga Europa dan tiga gol di DFB-Pokal, membawa Stuttgart ke babak 16 besar dan final masing-masing kompetisi.
Di level internasional, Undav tergolong pendatang baru. Ia baru menjalani debut senior pada Maret 2024 di usia 27 tahun dalam laga persahabatan melawan Prancis. Meski hanya bermain enam menit di Euro 2024, ia mulai menunjukkan ketajaman setelah mencetak gol internasional pertamanya pada September tahun itu. Dari 10 caps, Undav telah mengoleksi tujuh gol dan empat assist, dengan rata-rata hanya 39,7 menit bermain per pertandingan. Dalam lima laga di mana ia mencetak gol, Jerman memenangi empat kali dan sekali imbang.
Penampilan impresifnya berlanjut di Piala Dunia 2026. Pada laga pembuka melawan Curaçao, Undav masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak satu gol serta dua assist dalam kemenangan 7-1. Ia menjadi pemain kedua sejak 1966 yang mencetak gol dan memberikan dua assist sebagai pemain pengganti di Piala Dunia, setelah James Rodríguez melawan Jepang pada 2014.
Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeneß, memuji ketajaman Undav. “Kami memiliki pemain seperti Deniz yang sering membuat perbedaan. Kamu butuh pemain yang bisa menyelesaikan peluang. Statistiknya luar biasa,” ujarnya. Undav dianggap memberikan fleksibilitas tambahan bagi Jerman karena bisa bermain sebagai penyerang tunggal maupun second striker. Dengan postur 5 kaki 10 inci dan fisik kekar, ia berbeda dari opsi penyerang lain seperti Kai Havertz, Nick Woltemade, atau Maximilian Beier yang lebih tinggi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Undav menjadi inspirasi bahwa jalan menuju puncak tidak selalu linear. Dari divisi amatir hingga menjadi bintang di Piala Dunia, ia membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi bisa mengubah nasib. Dengan performa yang terus menanjak, Undav diprediksi akan menjadi salah satu pemain kunci Jerman dalam upaya merebut gelar juara dunia keempat kalinya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Undav mempertahankan ketajamannya di fase gugur Piala Dunia 2026? Jika statistik musim lalu menjadi patokan, Die Mannschaft memiliki senjata berbahaya yang siap digunakan kapan pun.


