Keke Palmer Kaget Publik Terlalu Bersemangat dengan Kisah Asmaranya: "Biarkan Waktu Berbicara"
Baca dalam 60 detik
- Aktris Keke Palmer mengaku terkejut dengan antusiasme publik terhadap hubungannya dengan pembawa acara Hot Ones, Sean Evans, yang baru berjalan beberapa minggu.
- Palmer menilai fenomena parasosial di era digital membuat penggemar kerap 'menulis cerita sebelum sempat dijalani', sehingga ia meminta publik untuk bersabar.
- Di tengah sorotan, Palmer tetap fokus membesarkan putranya yang berusia tiga tahun dan berpesan tentang pentingnya keberanian untuk berevolusi demi kebahagiaan diri.

Keke Palmer, aktris Hollywood berusia 32 tahun, mengaku terkejut dengan besarnya perhatian publik terhadap hubungan asmaranya dengan Sean Evans, pembawa acara Hot Ones, yang baru terjalin sejak pertengahan Juni lalu. Palmer merasa publik terlalu cepat mengaitkan dirinya dengan Evans, padahal hubungan itu baru seumur jagung.
Dalam wawancara dengan Today bersama Jenna dan Sheinelle, Palmer mengatakan bahwa chemistry antara dirinya dan Evans terasa alami sejak pertama kali bekerja sama. “Chemistry kami genuine. Saya tidak bisa memaksakannya walaupun saya coba. Kami selalu merasakan chemistry itu sejak pertama kali syuting,” ujarnya. Namun, ia terkejut melihat reaksi publik yang begitu cepat. “Saya tercengang karena semua orang sudah siap menikahkan saya. Saya bilang, ‘Guys, biarkan saja!’ Mereka menikahkan Anda dalam dua detik,” keluh Palmer.
Palmer mengkritik budaya parasosial yang membuat orang asing merasa berhak mengomentari kehidupan pribadi selebritas. Ia mencontohkan saat dirinya berada di bandara, ada saja orang yang langsung bertanya tentang hubungannya. “Saya bilang, ‘Nona, beri waktu! Ini baru kemarin terjadi.’ Ini benar-benar fenomena parasosial di dunia yang kita tinggali sekarang,” katanya. Palmer menambahkan bahwa publik kerap “menulis cerita sebelum kita sempat menjalaninya.”
Di luar hiruk-pikuk pemberitaan, Palmer juga tengah fokus membesarkan putranya. Dalam kesempatan lain, ia berpesan kepada Leo untuk tidak takut berevolusi. “Kita sering terjebak dalam alur cerita kita sendiri, dan bahkan saat cerita itu sulit, kita susah keluar. Tapi kita selalu bisa berubah. Jadikan kebahagiaan, kegembiraan, dan kedamaian sebagai penuntun,” katanya kepada Extra. Palmer berharap Leo memahami bahwa “kebahagiaan miliknya untuk diambil, tapi kita harus mengambilnya.”
Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia, di mana kehidupan asmara artis sering menjadi konsumsi publik yang berlebihan. Pengamat budaya pop menilai hal ini bagian dari budaya gosip yang didorong oleh media sosial. Tak jarang, publik ikut-ikutan “menjodohkan” pasangan selebritas tanpa memberi ruang privasi. Palmer, yang sadar akan hal itu, memilih untuk tidak terburu-buru dan menikmati hubungannya secara alami.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah sejauh mana batas antara apresiasi dan intervensi publik dalam kehidupan personal seorang figur publik? Palmer sendiri memberi contoh dengan menjalani hubungannya secara tenang, sambil berharap publik juga bisa memberi ruang bagi setiap individu untuk menjalani cerita hidupnya sendiri.



