Drama The Hundred: Lauren Bell Pahlawan, MI London Tumbang di Bola Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Southern Brave mempertahankan rekor sempurna setelah menekuk MI London dalam pertandingan The Hundred yang berakhir dramatis.
- Lauren Bell menjadi pahlawan dengan bowling presisi pada lima bola terakhir, hanya kebobolan tujuh run saat delapan dibutuhkan.
- Kekalahan ini membuat MI London masih tanpa kemenangan, sementara Brave kokoh di puncak klasemen.

Lauren Bell membuktikan ketenangannya di bawah tekanan ketika Southern Brave meraih kemenangan tipis atas MI London dalam laga The Hundred yang berlangsung sengit hingga bola terakhir, Minggu (25/8). Tim asal selatan Inggris itu mempertahankan rekor sempurna setelah menang satu run, membuat MI London harus mengakui keunggulan lawan di Utilita Bowl.
Dalam pertandingan yang menegangkan, MI London membutuhkan delapan run dari lima bola terakhir. Bell, yang menjadi bowler kunci Brave, mampu membatasi laju lawan sehingga hanya kebobolan tujuh run. Pada bola pamungkas, Danni Wyatt-Hodge yang sebelumnya belum terkalahkan dengan skor 52 runs dari 42 bola, gagal memukul bola melewati batas lapangan. Kemenangan ini membuat Southern Brave meraih tiga kemenangan berturut-turut dan memuncaki klasemen sementara.
MI London sejatinya memiliki awal yang solid. Setelah Brave mencetak 126-7 dalam 100 bola, berkat kontribusi Laura Wolvaardt (35) dan Jemimah Rodrigues (32), MI London memulai pengejaran dengan baik. Hayley Matthews, all-rounder asal Hindia Barat, memberikan awal agresif dengan 32 runs dari 28 bola, termasuk empat four. Namun, ia gagal membaca bola lurus dari Issy Wong dan harus kembali ke paviliun.
Wyatt-Hodge dan kapten Holly Armitage sempat membangun kerja sama yang menjanjikan. Namun, Armitage gagal setelah bola tipis dari Sarah Glenn tertangkap oleh penjaga wicket Lizelle Lee. Setelah itu, MI London kesulitan menemukan pukulan bersih karena bowling ketat dari Wong dan Sophie Molineux. Ketika Bell naik untuk melempar pada set terakhir, Wyatt-Hodge dan Nicola Carey tidak mampu menemukan celah untuk memukul bola ke batas lapangan, membuat mereka gagal total.
Kegagalan MI London memanfaatkan posisi dominan menjadi pelajaran penting. Dalam olahraga kriket, tekanan mental sering menjadi pembeda, seperti yang ditunjukkan Bell. Fenomena serupa kerap terjadi di cabang olahraga lain di Indonesia, seperti bulu tangkis atau sepak bola, di mana ketenangan di momen krusial menentukan hasil akhir. Bagi penggemar kriket di Indonesia, laga ini menjadi tontonan mendebarkan yang menunjukkan esensi olahraga: ketahanan mental sama pentingnya dengan keterampilan teknis.
Kemenangan ini mempertegas dominasi Southern Brave di kompetisi putri The Hundred. Dengan rekor 3-0, mereka menjadi tim yang sulit dikalahkan. Sementara MI London masih nihil kemenangan dan perlu segera berbenah. Pertandingan selanjutnya akan digelar di Headingley pada Selasa (27/8), di mana Sunrisers Leeds menjamu Manchester Super Giants. Super Giants, yang juga belum terkalahkan di sektor putri, berpeluang memangkas jarak dengan Brave di puncak klasemen. Mampukah mereka menghentikan laju Southern Brave?



