Besiktas Buka Suara: Vlahovic Incar Liga Top Eropa, Negosiasi dengan Salah Buntu
Baca dalam 60 detik
- Direktur Olahraga Besiktas mengonfirmasi Dusan Vlahovic, yang kini berstatus bebas transfer, lebih memilih bergabung dengan salah satu dari lima liga terbesar Eropa.
- Pembicaraan dengan Mohamed Salah gagal total setelah pihak pemain mengajukan permintaan komisi dan bagi hasil penjualan jersey yang dianggap berlebihan oleh manajemen klub.
- Sebagai alternatif, Besiktas dikabarkan telah mengalihkan fokus ke winger AC Milan, Rafael Leao, yang juga tengah dalam situasi kontrak yang belum jelas.

Ambisi besar Besiktas di bursa transfer musim panas ini kembali menemui jalan buntu. Direktur Olahraga klub Turki itu, Onder Ozen, secara terbuka mengakui bahwa upaya mendatangkan Dusan Vlahovic terganjal preferensi sang striker yang ingin bermain di lima liga terkuat Eropa, sementara negosiasi dengan Mohamed Salah kandas akibat tuntutan finansial yang dinilai terlalu tinggi.
Vlahovic, yang kontraknya dengan Juventus berakhir pada 30 Juni lalu, menjadi salah satu incaran utama Besiktas. Kehadiran pelatih Vincenzo Italiano—yang pernah membesut Vlahovic di Fiorentina—diharapkan menjadi daya tarik tersendiri. “Dia (Vlahovic) memiliki musim terbaik dalam kariernya bersama Italiano. Sang pelatih masih sesekali berkomunikasi dengannya,” ujar Ozen dalam konferensi pers, Selasa (9/7). Namun, ia menegaskan bahwa prioritas pemain bukanlah pelatih, melainkan kontrak besar dan klub yang berlaga di Liga Champions.
Kondisi ini membuat Besiktas sadar diri. “Jika dia lebih memilih salah satu dari lima liga utama, maka Turki bukanlah salah satunya,” kata Ozen. “Kami tetap berharap, tetapi keputusan ada di tangannya.” Vlahovic disebut-sebut tengah menunggu tawaran dari klub-klub elite Eropa, meski hingga kini belum ada kesepakatan konkret. Situasi ini mengingatkan pada buruknya daya saing finansial klub-klub Turki di kancah transfer global, meski mereka tetap berambisi mendatangkan nama besar.
Di sisi lain, negosiasi dengan Mohamed Salah benar-benar macet. Ozen mengungkapkan bahwa pihaknya sudah tiga kali bertemu dengan mantan bintang Liverpool itu, termasuk mempertemukannya dengan pelatih Italiano. Namun, tuntutan yang diajukan dinilai melampaui batas wajar. “Ada permintaan berlebihan, terutama soal komisi,” tegas Ozen. “Kami memiliki prinsip klub dan tidak bisa menyimpang darinya.” Laporan media Turki menyebutkan bahwa Salah juga menginginkan bagian besar dari penjualan jersey—sebuah permintaan yang lazim untuk pemain sebesar namanya, namun dianggap terlalu mahal oleh Besiktas.
Kegagalan mendatangkan Salah membuat Besiktas mengalihkan target ke pemain lain. Kabar terbaru menyebut klub Istanbul itu tengah mendekati winger AC Milan, Rafael Leao, yang kontraknya di San Siro belum mencapai titik terang. Leao masih terikat dengan Milan hingga 2028, namun spekulasi kepergiannya terus menguat. Jika negosiasi berhasil, Leao akan menjadi rekrutan termahal sepanjang sejarah Besiktas—sebuah langkah berani yang menunjukkan keseriusan klub di bawah arahan Italiano.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini memberikan gambaran menarik tentang dinamika bursa pemain di Eropa. Turki, meski bukan bagian dari lima liga besar, tetap menjadi destinasi yang kerap dihuni pemain bintang di masa senja karier. Namun, keberhasilan Italiano di Fiorentina—yang juga dikenal di Indonesia berkat tayangan Serie A—bisa menjadi daya tarik tersendiri. Akankah Vlahovic akhirnya memilih tantangan di Turki, atau tetap bertahan menanti peluang di liga top? Atau justru Leao yang akan meramaikan Süper Lig? Jawabannya hanya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



