Tottenham Bidik 'Mbappe Baru' PSG, Duet Masa Depan Bersama Luca Williams-Barnett?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengincar Ibrahim Mbaye, pemain muda PSG berjuluk 'Mbappe baru', setelah penampilan gemilang Luca Williams-Barnett di pramusim.
- Mbaye, 18 tahun, memiliki statistik dribel progresif yang masuk 4% terbaik di Eropa, mirip dengan gaya bermain Williams-Barnett.
- Ketertarikan Spurs pada Mbaye menandai strategi jangka panjang De Zerbi yang tetap mengembangkan akademi di tengah belanja besar-besaran.

Tottenham Hotspur belum sepenuhnya menunjukkan tajinya di bawah Roberto De Zerbi, namun geliat musim panas ini sulit diabaikan. Klub yang sempat terancam degradasi kini telah memecahkan rekor transfer dua kali—dan di tengah hiruk-pikuk belanja, satu nama muda mencuri perhatian: Luca Williams-Barnett. Kini, Spurs dikabarkan ingin mendatangkan versi lain dari pemain berbakat itu: Ibrahim Mbaye, remaja PSG yang dijuluki 'Mbappe berikutnya'.
Williams-Barnett, 17 tahun, menjadi bintang pramusim Tottenham. Gelandang serang akademi itu mencetak 16 gol dalam 19 laga level muda musim lalu, dan dalam dua pertandingan pramusim senior ia menunjukkan kematangan luar biasa. Saat melawan MK Dons, ia bermain lebih dalam dan melakukan enam dribel sukses, nyaris memberi assist lewat umpan terobosan yang gagal diselesaikan rekan setimnya. De Zerbi pun mulai mempercayakan menit bermain kepada talenta muda ini—sebuah sinyal bahwa akademi tetap menjadi prioritas, meski fokus utama memperkuat tim utama.
Situasi ini membuka peluang bagi Spurs untuk merekrut pemain dengan profil serupa. Ibrahim Mbaye, 18 tahun, telah menarik minat Liverpool dan Manchester City juga. RMC Sport melaporkan bahwa juara Liga Champions itu sudah menerima kontak dari beberapa klub. Mbaye tampil 29 kali untuk tim utama PSG musim lalu dengan torehan tiga gol dan dua assist, namun angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan kemampuannya. Statistik menunjukkan ia berada di 4% terbaik untuk progressive carry (5,42 per 90 menit) dan 1,90 dribel sukses per 90—gaya bermain yang sangat mirip dengan Williams-Barnett: langsung, cepat, dan lincah dalam situasi sempit.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, berita ini menjadi pengingat bahwa klub-klub Eropa kini semakin agresif merekrut pemain muda berbakat. Meski belum ada pemain Indonesia yang terlibat langsung, pola rekrutmen seperti ini dapat membuka mata klub-klub lokal untuk lebih serius dalam pembinaan usia dini. Selain itu, persaingan merebut Mbaye yang melibatkan tiga klub besar Premier League menunjukkan betapa ketatnya perburuan talenta muda global—sebuah pelajaran berharga bagi pengelola akademi di Indonesia.
Pakar transfer Eropa menilai bahwa gaya bermain Mbaye sangat cocok dengan filosofi De Zerbi yang mengandalkan penguasaan bola dan gerakan vertikal. Jika bergabung, ia bisa menjadi tandem ideal bagi Williams-Barnett di lini depan. Keduanya sama-sama mampu bermain di sayap atau di belakang striker, memberikan fleksibilitas taktis yang berharga.
Namun, tantangan terbesar adalah meyakinkan PSG melepas aset berharga mereka. Mbaye masih terikat kontrak, dan klub Prancis itu dikenal enggan berpisah dengan prospek muda kecuali dengan nilai besar. Tottenham harus bersaing dengan klub-klub kaya lainnya. Akankah De Zerbi berhasil mendapatkan 'Williams-Barnett kedua'? Atau justru Liverpool atau City yang lebih dulu menguncinya? Keputusan bursa transfer musim panas ini akan menentukan arah regenerasi Spurs dalam beberapa tahun ke depan.



