Arsenal Kian Dekat Rekrut Jeremy Monga, Prospek Lebih Bersinar dari Ayyoub Bouaddi?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan Leicester City untuk merekrut Jeremy Monga, pemain sayap 16 tahun yang disebut-sebut memiliki potensi lebih besar dari Ayyoub Bouaddi.
- Monga, yang sudah tampil di Premier League pada usia 15 tahun, dianggap sebagai talenta generasional dengan gaya bermain mirip Jeremy Doku, sementara Bouaddi bersinar di Piala Dunia 2026 bersama Maroko.
- Transfer ini menandai strategi Arsenal yang agresif memburu pemain muda berbakat, dengan Monga sebagai prioritas utama di lini depan untuk memperkuat skuad Mikel Arteta.

Arsenal semakin serius dalam perburuan talenta muda dunia. Setelah santer dikaitkan dengan gelandang Maroko Ayyoub Bouaddi, kini The Gunners dilaporkan hampir menyelesaikan transfer Jeremy Monga, pemain sayap 16 tahun milik Leicester City yang disebut-sebut memiliki potensi lebih besar dari Bouaddi. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Arsenal tidak hanya berfokus pada pemain yang sudah bersinar di Piala Dunia, tetapi juga pada prospek jangka panjang yang bisa menjadi bintang di masa depan.
Menurut laporan talkSPORT yang dikutip oleh Alex Crook, Arsenal sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Leicester City dengan nilai transfer sekitar £10 juta. Monga, yang musim lalu terdegradasi bersama Leicester dari Championship, telah menarik minat hingga sepuluh klub dari Premier League dan luar negeri. Namun, Arsenal diprediksi akan memenangkan persaingan ini. “Dia akan meninggalkan Leicester. Saya diberi tahu beberapa pekan lalu bahwa hingga sepuluh klub menunjukkan minat. Tampaknya Arsenal akan memenangkan perlombaan ini,” ujar Crook dalam video YouTube-nya.
Perbandingan antara Monga dan Bouaddi menarik untuk dicermati. Bouaddi, yang baru berusia 18 tahun, menjadi sorotan setelah penampilan gemilangnya bersama Maroko di Piala Dunia 2026, terutama saat melawan Brasil. Ia dinilai layak menjadi pemain terbaik pertandingan meskipun penghargaan resmi jatuh ke Vinicius Junior. Statistiknya di lini tengah Maroko sungguh mentereng: 91% umpan sukses, tiga dribel, dan lima kontribusi bertahan. Nilai pasarnya yang semula £60 juta diperkirakan akan meroket jika ia terus tampil konsisten.
Namun, di mata para pengamat, Monga memiliki potensi yang lebih besar. Meski belum tampil di Piala Dunia, ia sudah menunjukkan kematangan luar biasa di usia 16 tahun. Debutnya di Premier League pada usia 15 tahun hanya bisa ditandingi oleh Ethan Nwaneri dan Max Dowman. Sebagai pembanding, Bouaddi baru menjalani debut senior bersama Lille pada usia 16 tahun. Monga juga dijuluki “salah satu talenta terbesar Inggris” dan bahkan disebut “Ousmane Dembele-nya Inggris” oleh scout Como, Ben Mattinson. Gaya bermainnya yang berani, selalu berusaha membawa bola ke depan, dan kemampuannya melewati lawan mengingatkan pada Jeremy Doku.
Bagi Arsenal, merekrut Monga bukan sekadar investasi jangka pendek. Dengan usia yang masih sangat muda, ia bisa menjadi pilar lini serang The Gunners dalam satu dekade ke depan. Langkah ini juga sejalan dengan strategi klub yang gencar memburu pemain muda potensial, seperti Morgan Rogers (England) dan Nico Paz (Argentina), yang juga menjadi target. Namun, persaingan untuk mendapatkan Paz cukup berat karena Real Madrid juga ikut dalam perburuan.
Di sisi lain, keputusan Arsenal untuk tidak hanya fokus pada Bouaddi menunjukkan bahwa mereka memiliki rencana jangka panjang yang matang. Bouaddi memang tampil mengesankan, tetapi banderol harganya yang tinggi dan persaingan ketat dari klub lain membuatnya sulit didapat. Monga, dengan harga yang lebih terjangkau dan potensi yang tak kalah besar, menjadi alternatif yang cerdas. Apakah keputusan ini akan membuahkan hasil? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun satu hal pasti: Arsenal sedang membangun fondasi untuk masa depan yang gemilang.