Arsenal Ganti Haluan: Vinicius Junior Lebih Prioritas Ketimbang Julian Alvarez
Baca dalam 60 detik
- Setelah sukses merebut gelar Premier League, Arsenal kini menggeser prioritas belanja pemain dari pos striker ke sayap, dengan bidikan utama Vinicius Junior.
- Kontrak Vinicius di Real Madrid tersisa satu tahun dan timnya sudah melakukan pendekatan, meski banderolnya mencapai Rp2,6 triliun.
- Perbandingan lima musim terakhir menunjukkan konsistensi Vinicius ungguli Alvarez, menjadikannya kandidat ideal untuk memperkuat lini depan Arsenal.

Arsenal, yang dua bulan lalu mengangkat trofi Premier League, tengah mengubah strategi perburuan pemain musim panas ini. Jika sebelumnya Julian Alvarez dari Atletico Madrid menjadi target utama, kini nama Vinicius Junior dari Real Madrid mulai mencuat sebagai prioritas baru. Langkah ini didorong oleh kebutuhan mendesak di sektor sayap yang dinilai masih lemah meski skuad sudah diperkuat beberapa pemain anyar.
Sejauh ini, The Gunners telah mendatangkan Piero Hincapie secara permanen, Illan Meslier dengan status bebas transfer, dan Christos Tzolis dari Club Brugge. Tzolis, pemain sayap, dinilai masih belum cukup untuk menjadi pembeda di lini depan. Sementara itu, Bukayo Saka yang menjadi andalan justru mengalami penurunan performa dan masalah kebugaran, bahkan dikhawatirkan absen di awal musim depan.
Di sisi lain, Julian Alvarez memang dianggap sebagai striker komplet. Ia mampu bermain sebagai second striker, sayap, dan unggul dalam membangun serangan. Musim lalu, ia menciptakan 0,43 big chances per 90 menit, termasuk dalam 6% striker terbaik di lima liga top Eropa. Namun, dengan kehadiran Viktor Gyokeres dan Kai Havertz di pos ujung tombak, Arsenal justru lebih membutuhkan pemain sayap elite.
Kabar ketertarikan Arsenal pada Vinicius Junior pertama kali diungkapkan oleh jurnalis talkSPORT, Ben Jacobs. Menurutnya, Arsenal telah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan pemain asal Brasil tersebut. Kontrak Vinicius di Bernabeu hanya menyisakan satu tahun, dan ia dijadwalkan menggelar pertemuan dengan pihak klub pekan ini untuk membahas masa depannya. Jika terealisasi, transfer ini akan menjadi pernyataan ambisi yang luar biasa dari Arsenal sebagai juara bertahan.
Nama Vinicius bukanlah pemain sembarangan. Dua tahun lalu, ia menjadi runner-up Ballon d'Or, dan pernah disebut oleh Thierry Henry sebagai pemain terbaik dunia. Perbandingan lima musim terakhir menunjukkan konsistensi Vinicius jauh di atas Alvarez. Dalam hal produktivitas, pemain berusia 24 tahun itu unggul dalam jumlah gol per musim, assist, dan kontribusi di pertandingan besar. Bagi Arsenal, merekrut Vinicius bukan hanya soal menambal celah, tetapi juga membangun fondasi dinasti di bawah asuhan Mikel Arteta.
Dengan harga yang fantastis, apakah Arsenal berani merealisasikannya? Ataukah mereka akan kembali pada rencana awal dan mengejar Alvarez? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, seiring persiapan menuju musim baru Premier League.



