Bangkit dari Kekalahan, Tim Netball Inggris Hancurkan Malawi 73-38
Baca dalam 60 detik
- Inggris membalas kekalahan dari Australia dengan kemenangan telak 73-38 atas Malawi di Commonwealth Games Glasgow.
- Eleanor Cardwell menjadi pembeda dengan 21 poin tanpa meleset setelah masuk sebagai pemain pengganti.
- Inggris masih tertahan di peringkat tiga Pool A, dan akan menghadapi Afrika Selatan dalam laga penentu semifinal.

Tim netball Inggris bangkit dari keterpurukan. Hanya beberapa hari setelah dihajar Australia 66-47, skuad Roses tampil garang dengan menghancurkan Malawi 73-38 dalam lanjutan Commonwealth Games di Glasgow, Selasa (1/8) waktu setempat.
Kemenangan ini mengembalikan kepercayaan diri Inggris yang sempat diragukan setelah kehilangan pelatih kepala Jess Thirlby pada Maret lalu. Di bawah asuhan pelatih interim Anna Stembridge, tim yang 10 dari 12 pemainnya memulai debut di panggung Commonwealth itu justru menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Tak ada jejak 'hangover' kekalahan sebelumnyaโInggris langsung tancap gas dengan memimpin 18-9 di kuarter pertama.
Strategi rotasi pemain menjadi kunci. Pelatih Stembridge memasukkan Eleanor Cardwell di babak kedua, dan penembak jitu itu sukses mengkonversi seluruh 21 percobaannya. Kehadirannya di lini depan membuat pertahanan Malawi kewalahan. Inggris konsisten menjaga keunggulan, bahkan di kuarter pamungkas mereka hanya kebobolan lima angka sementara menambah 18 poin.
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi regenerasi tim netball Inggris. Sejak ditinggal Thirlby, plus cedera Helen Housby dan Natalie Metcalf, banyak pihak meragukan kedalaman skuad. Namun penampilan solid melawan Malawi membuktikan bahwa bibit-bibit muda siap bersaing. Stembridge, yang sebelumnya hanya asisten, dinilai berhasil membangun kembali moral tim.
Bagi Indonesia, perjalanan Inggris di Commonwealth Games bisa menjadi studi kasus manajemen krisis di olahraga beregu. Saat pelatih utama hengkang dan pemain kunci cedera, rotasi dan kepercayaan kepada pemain pelapis menjadi senjata ampuh. Federasi Olahraga Indonesia bisa meniru pendekatan ini, terutama untuk cabang-cabang yang minim sumber daya. Netball sendiri memang belum populer di Tanah Air, namun sportivitas dan strategi yang ditampilkan Inggris layak dicermati.
Selanjutnya, Inggris akan menjamu Tonga pada Rabu (16:00 BST) sebelum duel hidup-mati melawan Afrika Selatan, Kamis (21:00 BST). Afrika Selatan saat ini bercokol di peringkat dua Pool A, dan laga itu akan menentukan siapa yang lolos ke semifinal. Bisakah Inggris mempertahankan momentum kemenangan ini?



