Andy Diouf Jadi Kunci: Inter Alihkan Dana ke Romero
Baca dalam 60 detik
- Performa gemilang Andy Diouf sebagai bek kanan di pramusim mengubah strategi belanja Inter.
- Klub kini fokus mendatangkan bek tengah Cristian Romero senilai €50 juta, bukan lagi bek sayap.
- Kegagalan transfer Marco Palestra dan Djed Spence membuat Inter memaksimalkan potensi pemain muda.

Penampilan mengejutkan gelandang muda Inter Milan, Andy Diouf, di posisi bek sayap kanan pada pramusim 2026-27 telah mengubah peta transfer klub asal Milan tersebut. Dengan empat gol dalam dua laga uji coba, pemain asal Prancis itu membuka opsi baru bagi pelatih Cristian Chivu untuk mengalihkan anggaran belanja dari posisi bek sayap ke bek tengah.
Inter sebelumnya menghadapi krisis di lini belakang sayap setelah Denzel Dumfries hengkang ke Real Madrid melalui klausul rilis. Upaya mendatangkan Marco Palestra dari Atalanta gagal karena Chelsea membayar €60 juta, sementara negosiasi untuk Djed Spence dari Tottenham juga buntu. Target lain seperti Anan Khalaili batal karena masalah medis. Alhasil, Inter hanya memiliki sedikit opsi di posisi tersebut.
Namun, kejutan datang dari Andy Diouf. Gelandang yang direkrut musim lalu dari Basel itu dimainkan sebagai bek kanan dalam dua pertandingan pramusim—menghancurkan SV Aasen 16-0 dengan dua golnya, lalu mencetak dua gol lagi saat mengalahkan Karlsruher SC 2-1. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, penampilan Diouf membuat Inter mulai mempertimbangkan kembali prioritas transfer mereka.
Kini, Inter beralih mengejar bek tengah Argentina, Cristian Romero, yang dianggap tidak masuk rencana pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, untuk musim depan. Romero, mantan pemain Juventus dan Atalanta, dihargai sekitar €50 juta. Dengan Diouf yang bisa diandalkan di bek kanan, Inter dapat menggunakan dana yang semula disiapkan untuk Palestra guna mendatangkan Romero.
Konteks Indonesia: Perkembangan ini menarik perhatian penggemar Serie A di Indonesia, yang kerap mengikuti pergerakan transfer klub-klub besar Italia. Keputusan Inter mengandalkan pemain muda seperti Diouf juga menjadi contoh bagi klub-klub di Indonesia dalam mengoptimalkan talenta sendiri di tengah keterbatasan dana transfer. Liga Italia tetap menjadi salah satu liga Eropa yang paling banyak ditonton di tanah air, sehingga perubahan strategi Inter bisa memengaruhi minat penonton terhadap musim mendatang.
Jika transfer Romero terwujud, Inter kemungkinan akan menempatkannya di tengah lini belakang tiga bek, diapit oleh Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni. Benjamin Pavard, Yann Bisseck, dan Carlos Augusto menjadi pelapis. Pertanyaannya: apakah konsistensi Diouf akan bertahan hingga musim kompetisi dimulai? Ataukah Inter tetap perlu mencari bek kanan senior untuk menghindari risiko?



