Saham Oando Melonjak 10% Menjelang Rilis Laporan Keuangan yang Tertunda
Baca dalam 60 detik
- Harga saham Oando Plc naik 10,41% dalam sepekan terakhir, didorong ekspektasi investor terhadap publikasi laporan keuangan yang sempat tertunda.
- Perusahaan minyak dan gas Nigeria itu menargetkan penyelesaian audit laporan keuangan 2025 dan Q1 2026 paling lambat 30 Juni 2026, setelah mendapat persetujuan dewan direksi.
- Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen positif pasar terhadap prospek harga minyak yang lebih tinggi, meskipun saham masih 25% di bawah level tertinggi 52 minggu.

Saham Oando Plc, perusahaan energi terintegrasi asal Nigeria, mencatat lonjakan lebih dari 10 persen dalam sepekan terakhir, didorong oleh optimisme investor menjelang publikasi laporan keuangan yang telah lama dinanti. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga saham Oando ditutup di level N53 per lembar, naik 10,41 persen dari posisi awal pekan di N48.
Volume perdagangan yang signifikan turut mewarnai aksi beli tersebut. Sebanyak 12,461 juta unit saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai N654,918 juta. Kapitalisasi pasar Oando pun ikut terdongkrak menjadi N658,864 miliar, berdasarkan jumlah saham beredar sebanyak 12,431 miliar lembar. Meski demikian, harga saham saat ini masih 25 persen di bawah level tertinggi 52 minggunya di bursa efek Nigeria.
Lonjakan ini tidak terlepas dari ekspektasi pasar terhadap prospek harga minyak mentah global yang diperkirakan tetap tinggi sepanjang 2026. Analis menilai, kenaikan harga minyak akan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan pendapatan Oando, terutama setelah periode panjang ketidakpastian akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan.
Oando sendiri telah mengonfirmasi bahwa dewan direksi telah menyetujui laporan keuangan auditan tahun buku 2025. Manajemen perusahaan telah menyerahkan dokumen tersebut ke Financial Reporting Council of Nigeria (FRCN) untuk proses review regulasi akhir, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan menargetkan publikasi resmi laporan keuangan 2025 paling lambat 12 Juni 2026, disusul laporan keuangan tidak diaudit untuk kuartal pertama 2026 pada 30 Juni 2026.
Keterlambatan penyampaian laporan keuangan sebelumnya sempat menekan harga saham Oando dan mencerminkan sentimen negatif investor. Namun, dengan adanya kepastian jadwal publikasi dan prospek harga minyak yang positif, minat beli kembali menguat. Langkah Oando untuk segera menyelesaikan kewajiban pelaporan juga dipandang sebagai upaya memulihkan kepercayaan pasar.
Bagi investor di Indonesia, pergerakan saham Oando dapat menjadi cerminan bagaimana sentimen terhadap harga komoditas energi dan ketepatan waktu pelaporan keuangan memengaruhi valuasi perusahaan sektor migas. Perusahaan energi nasional seperti PT Pertamina (Persero) dan emiten migas lainnya kerap menghadapi dinamika serupa, di mana ekspektasi terhadap harga minyak dan kepatuhan regulasi menjadi faktor penentu kepercayaan investor.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada realisasi harga minyak global dan kemampuan Oando memenuhi tenggat waktu publikasi laporan keuangan. Apakah lonjakan saham ini akan berkelanjutan atau hanya bersifat sementara? Jawabannya akan bergantung pada isi laporan keuangan yang akan dirilis dan prospek dividen yang mungkin diumumkan.



