Sekolah Rakyat Surabaya Siap Beroperasi Agustus 2026: Qodari Tinjau Langsung Fasilitas
Baca dalam 60 detik
- Kepala Bakom RI meninjau progres Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 seluas 6,6 hektare di Surabaya yang siap melayani 270 siswa kurang mampu.
- Fasilitas lengkap termasuk asrama, lapangan olahraga, dan laboratorium disiapkan untuk mendukung pendidikan anak dari keluarga desil satu dan dua.
- Program unggulan Presiden Prabowo ini dijadwalkan memulai kegiatan belajar mengajar pada awal Agustus 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari meninjau langsung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 di Surabaya, Selasa, menegaskan komitmen pemerintah dalam merealisasikan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,6 hektare di Kecamatan Bulak ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Dalam kunjungannya, Qodari menyoroti transformasi kawasan yang sebelumnya merupakan lahan kosong menjadi kompleks pendidikan terpadu yang megah. Ia mengapresiasi kinerja Kementerian Pekerjaan Umum yang memimpin pembangunan proyek ini. "Dari sawah, sekarang punya gedung yang begini bagus dan megah. Saya yakin Bapak Presiden juga sangat bangga dan terharu jika melihat langsung perkembangan ini," ujarnya.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi pendidikan inklusif untuk memutus rantai kemiskinan. Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa 270 siswa baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. "Tanggal 31 mereka mulai menginap dan tes kesehatan untuk siswa SMA, lalu 1 Agustus untuk SD dan SMP," katanya.
Program ini merupakan salah satu flagship Presiden Prabowo yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Qodari menekankan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat adalah bukti nyata eksekusi gagasan presiden. "Mudah-mudahan tempat ini menjadi pintu dan jalan bagi perubahan nasib anak-anak kita yang kurang beruntung serta keluarga mereka," tuturnya.
Meski pembangunan fisik sudah menunjukkan progres signifikan, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti pendataan peralatan laboratorium dan pencocokan target siswa. Sebelumnya, sejumlah daerah seperti Tulungagung dilaporkan mengurangi target rombel akibat minim peminat, namun Surabaya menunjukkan optimisme dengan fasilitas yang lengkap. Keberadaan asrama dan dukungan fasilitas olahraga diharapkan mampu menarik minat calon siswa.
Pertanyaan besar kini adalah apakah model Sekolah Rakyat ini dapat direplikasi di daerah lain dengan keberhasilan serupa. Dengan target operasional yang tinggal beberapa bulan lagi, publik menanti realisasi janji pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui jalur pendidikan.



